Mengapa Amerika Tunduk pada Israel?
Oleh: Dr Yanuardi Syukur
Pengurus Komisi HLNKI MUI/Dosen Antropologi Universitas Khairun
Editor: Admin
Jakarta, MUI Digital-Satu pertanyaan penting patut diajukan: mengapa negara adidaya seperti AS begitu tunduk pada kepentingan Israel? Mengapa Washington rela memveto puluhan resolusi PBB, mengucurkan miliaran dolar bantuan militer setiap tahun, dan membela kebijakan Israel meskipun sering bertentangan dengan hukum internasional?
Pertanyaan ini semakin relevan di tengah perang Iran-Israel yang sedang berlangsung, di mana dukungan AS terhadap Israel kembali menjadi sorotan dunia.
Jawabannya tidak sederhana, tetapi dapat ditelusuri melalui beberapa jalur utama: akar sejarah yang mengakar, jaringan lobi yang sangat efektif, faktor strategis yang saling menguatkan, serta komitmen ideologis yang telah berlangsung lebih dari tujuh dekade.
Berikut ini sejumlah alasan mengapa AS tak berani menolak kepentingan Israel sejak negara zionis ini berdiri:
Pertama, warisan sejarah
Mengapa Amerika sudah berpihak pada Israel bahkan sebelum negara itu berdiri? Jawabannya terletak pada akar sejarah yang mengikat kedua bangsa jauh sebelum Israel memproklamasikan kemerdekaannya.
Benih hubungan ini sudah tertanam sejak Presiden Woodrow Wilson menyetujui Deklarasi Balfour pada 1917, yang menjanjikan tanah air bagi Yahudi di Palestina. Namun momen krusial terjadi pada 14 Mei 1948, ketika Presiden Harry Truman mengakui kemerdekaan Israel hanya 11 menit setelah proklamasi—mengabaikan peringatan keras Menteri Luar Negeri George Marshall bahwa langkah ini akan mengganggu stabilitas kawasan dan akses Amerika terhadap minyak Arab.