Ungkap Peran Vital Ulama Masa Covid-19, Ketua MPR RI: Begitu MUI Mengatakan Halal, Vaksinasi Jalan
Admin
Penulis
JAKARTA, MUI.OR.ID— Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani mengenang ketika masa Covid-19 dan peran ulama terutama Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Sebelumnya, Muzani, begitu akrab disapa menilai pentingnya peran ulama dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia.
Menurutnya, para ulama sudah selesai dengan caranya sendiri dan hidup dengan sederhana. Apabila ada kelebihan harta, digunakan untuk pembangunan pondok pesantren, sekolah, menambah kelas dan membuat rumah tahfiz.
"Yang dipikirkan bagi ulama adalah umat, rakyat, bangsa dan masyarakat. (Masyarakat) minta air untuk disembuhkan penyakit anaknya, minta nama anak yang baru lahir, belum dapet jodoh minta doa, jadi ulama itu denyut nadi umat dan rakyat," kata Ahmad Muzani dalam pembukaan Munas XI MUI di Mercure Convention Center Ancol, Jakarta Utara, Kamis (20/11/2025).
Muzani teringat apa yang disampaikan oleh Presiden Prabowo bahwa kalau ingin tahu kondisi negara dekatlah sama kiai. Sebelum perang selalu meminta doa dengan para kiai.
"Termasuk ketika Covid-19, pemerintah kesulitan melakukan vaksinasi, semua rakyat pakai halal atau haram, boleh atau tidak semua orang menahan. Begitu Majelis Ulama Indonesia mengatakan halal, vaksinasi jalan," tegasnya.
Ahmad Muzani berharap para ulama tetap menjadi bagian penting dari proses pembangunan. Jangan sampai ulama kaya 'daun salam'.
Ketika mau masak, seorang chef akan mencari daun salam untuk menjadi pewangi dan penyedap masakan. Tetapi, ketika makanam itu disajikan, daun salam disingkirkan.
"Musyawarah nasional ulama hari ini meneguhkan seperti yang disampaikan Kiai Ma'ruf bahwa Majelis Ulama Indonesia tetap berada bersama pemerintah Prabowo. Artinya apa? Ulama tidak mau jadi daun salam di masakan," tegasnya.
Hadir sejumlah tokoh nasional dalam pembukaan Munas. Antara lain Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Wakil Presiden ke-13 RI KH Ma'ruf Amin, Menteri Agama RI KH Nasaruddin Umar, Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najmudin, dan Wakil Menteri Agama Romo R Muhammad Syafi'i.
Hadir pula, Menteri Haji dan Umrah Gus Irfan, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Simanjunak, Menteri PPPA Arifah Fauzi, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof Brian Yuliarto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala BIN Letjen TNI (Purn) Muhammad Herindra, Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriono, dan Founder and Chairman CT Choirul Tanjung. (Sadam, ed: Nashih)