Trump Kembali Ledek Iran Pakai “Allah” di Tengah Klaim Kehancuran Militer
Miftahul Jannah
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menjadi sorotan setelah menyebut “puji syukur kepada Allah” dalam unggahannya di media sosial Truth Social, di tengah konflik antara AS dan Iran.
Dalam unggahan tersebut, dikutip MUI Digital dari New Arab pada Selasa (14/4/2026), Trump mengklaim kerusakan besar yang dialami kekuatan militer Iran. Ia menyebut bahwa Angkatan Laut dan Angkatan Udara Iran telah hancur, termasuk sistem pertahanan udara, radar, serta fasilitas produksi rudal dan drone.
“Yang terpenting, para ‘pemimpin’ mereka yang telah lama berkuasa kini telah tiada, puji syukur kepada Allah!” tulis Trump.
Pernyataan ini menjadi kali kedua Trump menggunakan ungkapan tersebut sejak konflik meningkat. Sebelumnya, dia juga menyebut “Allah” saat menekan Iran untuk membuka Selat Hormuz, disertai ancaman penghancuran infrastruktur strategis jika tuntutan tidak dipenuhi.
Dalam pernyataan lanjutan, Trump juga mengancam akan menghapus peradaban Iran apabila negara tersebut tidak mengikuti keinginan Washington.
Selain itu, Trump turut mengkritik sejumlah negara yang selama ini menjadi sekutu Amerika Serikat. Ia menyatakan bahwa AS kini mengambil langkah untuk mengamankan Selat Hormuz demi kepentingan global, termasuk bagi negara-negara seperti China, Jepang, Korea Selatan, Prancis, dan Jerman.
“Sungguh luar biasa, mereka tidak memiliki keberanian atau kemauan untuk melakukan pekerjaan ini sendiri,” ujarnya.
Pernyataan Trump tersebut muncul di tengah berlangsungnya pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang digelar di Islamabad, Pakistan. Delegasi AS dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance, sementara pihak Iran diwakili Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Seyed Abbas Araghchi.
Situasi ini mencerminkan dinamika yang kompleks di kawasan, di mana retorika keras masih berlangsung di tengah upaya diplomasi untuk meredakan konflik.