Pesan dan Hikmah Mendalam dari Kiai Sodiq yang Berulang Kali Tunaikan Haji
Sanib
Penulis
Admin
Editor
Laporan jurnalis MUI Digital, dari Madinah, Arab Saudi
Madinah, MUI Digital – Pengasuh Pondok Pesantren Asshodiqiah Semarang, KH Dr (HC) Shodiq Hamzah, membagikan sekelumit kisah tentang perjalanan panjang berulang kali menunaikan haji.
Sosok Kiai berusia 72 tahun itu dengan rendah hati mengungkapkan pengalamannya yang panjang di Tanah Suci. “Ini haji saya yang keempat puluh tujuh,” ujarnya ketika berbincang dengan Media Center Haji (MCH) PPIH Arab Saudi 2026, dtengah padatnya aktivitas.
Sebuah kesempatan berharga datang bagi para wartawan yang sedang bertugas di Madinah, Senin (4/5/2026) lalu.
Pernyataan itu sontak membuat para wartawan terkejut. Jika ditambah tiga kali lagi, berarti separuh abad hidupnya telah dihabiskan dengan bolak-balik menunaikan ibadah haji.
“Setiap kali naik haji, pasti ada ceritanya sendiri-sendiri, tidak akan sama,” tambahnya.
Dalam penjelasannya, Kiai Shodiq juga mengingatkan bahwa perjalanan haji tidak pernah lepas dari berbagai dinamika dan ujian.
Baca juga: PPIH Arab Saudi Mulai Bergeser ke Jeddah Menyusul Rampungnya Kedatangan Jamaah Haji di Madinah
Ia menyinggung sejumlah peristiwa besar yang pernah terjadi, seperti tragedi crane di Masjidil Haram pada 2015 yang menewaskan lebih dari seratus jamaah, hingga insiden Terowongan Mina pada 1990 yang menelan lebih dari seribu korban jiwa.
Menurutnya, berbagai peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting bahwa ibadah haji menuntut kesabaran, kesiapan mental, dan keikhlasan yang tinggi.
“Penyelenggaraan haji selalu memiliki tantangan. Kuncinya adalah kesabaran karena ibadah haji juga merupakan ujian,” tegasnya.
Selain itu, Kiai Shodiq juga menyoroti fenomena jamaah yang berusaha mengejar sholat 40 waktu atau arbain di Masjid Nabawi hingga mengabaikan kondisi kesehatan.
Ia menegaskan bahwa esensi arbain bukan semata-mata harus selalu mengikuti imam di awal waktu, melainkan melaksanakan shalat di Masjid Nabawi. “Intinya kita shalat di Masjid Nabawi, baik itu shalat sendiri maupun berjamaah dengan teman, itu sudah masuk dalam hitungan arbain,” jelasnya.
Ia pun mengingatkan jamaah haji Indonesia agar tidak memaksakan diri hingga jatuh sakit.
“Yang penting shalatnya di Masjid Nabawi, tidak perlu memaksakan diri kalau kondisi tidak fit,” pesannya.
Teladan Kesabaran dan Ilmu Pengalaman panjang KH Dr (HC) Shodiq Hamzah menjadi refleksi bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang penuh hikmah.
Dari kisah 47 kali berhaji hingga pesan tentang kesabaran, ia menegaskan bahwa inti dari ibadah adalah keteguhan hati dan pemahaman yang benar terhadap makna setiap ritual.