Sudan Tuduh Ethiopia dan UEA Terlibat Serangan Drone, Tarik Dubes dari Addis Ababa
Miftahul Jannah
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital – Pemerintah Sudan menuduh Ethiopia dan Uni Emirat Arab terlibat dalam serangkaian serangan pesawat tak berawak (drone) yang terjadi baru-baru ini.
Sudan juga memperingatkan bahwa agresi tersebut tidak akan “dibalas dengan diam”, dikutip MUI Digital dari Aljazeera pada Jumat (8/5/2026).
Sebagai respons, Sudan menarik duta besarnya dari ibu kota Ethiopia, Addis Ababa, setelah menuding kedua negara berada di balik serangan terhadap Bandara Internasional Khartoum yang memaksa penghentian operasional selama tiga hari.
Militer Sudan menyatakan memiliki bukti bahwa sedikitnya empat serangan drone diluncurkan dari wilayah Ethiopia sejak awal Maret.
Pihaknya juga menuduh Uni Emirat Arab sebagai pemasok perangkat drone tersebut. Namun, pemerintah Ethiopia membantah tuduhan tersebut.
Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Ethiopia menyebut klaim Sudan sebagai “tidak berdasar” dan justru menuduh Khartoum mendukung kelompok pemberontak di wilayah Tigray, yaitu Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF).
Seorang pejabat senior TPLF, Amanuel Assefa, juga membantah adanya hubungan dengan Sudan. “Kami tidak memiliki hubungan dengan otoritas Sudan,” ujarnya, seperti menilai pemerintah Ethiopia cenderung menyalahkan pihak lain atas kegagalannya.
Baca juga: Update Perang AS VS Iran: Trump Pertahankan Blokade Iran, Teheran Ancam Tindakan Praktis
Sementara itu, Uni Emirat Arab belum memberikan tanggapan terbaru, namun sebelumnya telah berulang kali membantah tuduhan mendukung Pasukan Dukungan Cepat (RSF) yang tengah berkonflik dengan Angkatan Bersenjata Sudan (SAF).
Serangan drone kembali meningkat setelah sebelumnya Bandara Internasional Khartoum sempat menerima penerbangan pertama sejak konflik dimulai, menandai periode relatif tenang di ibu kota yang kini dilanda kerusakan parah.
Konflik antara SAF dan RSF yang pecah sejak April 2023 telah menimbulkan krisis kemanusiaan besar. Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, lebih dari 150 ribu orang diperkirakan tewas dan sekitar 14 juta lainnya mengungsi.
Baca juga: Krisis Selat Hormuz Hari ke-67: UEA Cegat Rudal Iran, AS Ancam Hancurkan Teheran
Direktur Tanduk Afrika di International Crisis Group, Alan Boswell, memperingatkan bahwa tuduhan Sudan terhadap Ethiopia menandai fase baru yang berbahaya dalam konflik kawasan.
“Kedua negara menghadapi tantangan internal yang sangat besar, dan kini saling memandang sebagai pendukung kelompok bersenjata lawan,” ujarnya.
Dia menambahkan bahwa situasi ini menciptakan “dinamika yang sangat berbahaya” dan berpotensi memperburuk ketidakstabilan di kawasan Tanduk Afrika, terutama dengan meningkatnya keterlibatan pihak eksternal dalam konflik tersebut.