Mengenal Pelabuhan Fujairah yang Diklaim UEA Diserang Iran
Dhea Oktaviana
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital— Uni Emirat Arab menuding Iran berada di balik serangan beruntun rudal dan drone yang menghantam pelabuhan Fujairah di wilayah timur.
Hal tersebut menyebabkan tiga warga India terluka, serta memicu kebakaran di kilang minyak di kawasan industri tersebut.
Kementerian Pertahanan UEA mengklaim pertahanan udaranya telah menangkap 12 rudal balistik, tiga rudal jelajah, dan empat drone yang diluncurkan dari Iran sepanjang hari Senin.
Sementara itu, media pemerintah Iran menyebut aksi tersebut sebagai dampak dari “petualangan militer AS”.
Iran sendiri telah membantah telah menyerang Fujairah dan menekankan bahwa serangan tersebut adalah operasi false flag yang hendak mencari kambing hitam.
Dimana sebenarnya Fujairah berada ?
Fujairah merupakan salah satu dari tujuh emirat yang membentuk Uni Emirat Arab (UEA) dan menjadi lokasi pelabuhan laut dalam strategis di pesisir Teluk Oman.
Pelabuhan ini berada sekitar 70 mil laut (sekitar 130 kilometer) dari Selat Hormuz serta kurang lebih 130 kilometer di sebelah timur Dubai, menjadikannya titik penting dalam jalur perdagangan dan energi kawasan.
Wilayah ini bukan pertama kalinya menghadapi ancaman keamanan. Pada 6 April lalu, otoritas setempat melaporkan adanya sebuah insiden yang melibatkan drone yang mendekati gedung milik perusahaan telekomunikasi du, yang diduga berasal dari Iran.
Hingga kini, belum ada kejelasan apakah drone tersebut mencapai targetnya, dan tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Seberapa penting pelabuhan Fujairah?
Pelabuhan ini memiliki beragam fungsi strategis, salah satunya sebagai titik akhir pipa minyak Habshan–Fujairah yang juga dikenal sebagai Abu Dhabi Crude Oil Pipeline (ADCOP).
Pipa sepanjang sekitar 380 kilometer tersebut menghubungkan ladang minyak dan gas di Habshan, barat daya Abu Dhabi, dengan pelabuhan Fujairah.
Sejak mulai beroperasi pada 2012, jalur ini mampu mengalirkan hingga 1,5 juta barel minyak per hari
Hal ini signifikan karena menjadikan jalur pipa Habshan-Fujairah sebagai salah satu rute utama di Timur Tengah, yang mungkin akan digunakan oleh para produsen untuk mengimbangi gangguan akibat penutupan Selat Hormuz.
Pada Senin, Presiden AS Trump mengatakan, pasukan AS akan mulai mengawal kapal-kapal yang terdampar melalui Selat Hormuz, menandakan tantangan langsung terhadap penutupan jalur air strategis oleh Iran.
Jalur dilalui oleh 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia pada masa damai. Ancaman Iran untuk menyerang kapal telah membuat selat tersebut secara efektif tertutup sejak serangan AS-Israel dimulai pada 28 Februari.
Penutupan koridor maritim vital ini telah menyebabkan harga minyak dan pupuk melonjak di seluruh dunia dan memicu kekhawatiran akan resesi global dan krisis pangan.
Tidak jelas berapa banyak minyak yang sekarang diangkut melalui jalur pipa Habshan-Fujairah.
Namun, ekspor minyak dari Fujairah tampaknya meningkat dalam sebulan terakhir sejak penutupan selat, rata-rata 1,62 juta barel per hari pada Maret dibandingkan dengan 1,17 juta barel per hari pada bulan Februari, kata analis Kpler, Johannes Rauball, kepada kantor berita Reuters.
Selain itu, pelabuhan Fujairah adalah pusat global utama untuk pengisian bahan bakar kapal dan juga menyediakan layanan kargo umum, curah kering, dan kontainer.