Ketua Umum MUI Sumbar Salurkan Bantuan Langsung ke Lokasi Bencana yang Terisolasi
Admin
Penulis
PADANG— Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Barat Buya H Gusrizal Gazahar Datuak Palimo Basa terjun langsung ke lokasi-lokasi bencana galodo (banjir dan longsor), khususnya ke wilayah yang terdampak parah dan masih terisolasi.
Buya Gusrizal menjelaskan ada 16 kabupaten/kota yang terdampak bencana, ada beberapa daerah yang perlu perhatian khusus, karena kondisinya rusak parah dan jalur akses terputus.
Ia memetakan, ada empat wilayah yang menjadi fokus pendistribusian bantuan selain daerah-daerah lainya.
Keempat wilayah tersebut adalah daerah Salareh Aia Palambaiyan di Kabupaten Agam, Nagari Sungai Batang dan sekitar danau Maninjau Kabupaten Agam, Muaro Pingai dan Paninggahan Kabupaten Solok, serta Malalo - Kabupaten Tanah Datar.
Jumat petang (5/12/2025), Buya Gusrizal menyambangi Nagari Sungai Batang.
Ia bersama timnya mengunjung gedung Pusat Pariwisata Ramah Muslim Wakaf MUI yang saat ini dijadikan posko penampungan para korban bencana. Ada 10 kepala keluarga yang mengungsi di rumah wakaf tersebut.
Meski berlangsung singkat Ketua Umum MUI Sumbar sempat bertemu dan dialog dengan para korban bencana di rumah wakaf MUI.
"Saya sudah bertemu mereka dan tadi juga sudah tinggalkan sedikit bantuan dari Surau,"ungkap Buya Gusrizal.
Malamnya, ia melanjutkan perjalanan ke Lubuk Basung, pusat kota Kabupaten Agam. Esoknya akan melakukan kunjungan ke Salareh Aia, lokasi terdampak bencana parah, sekalian menyerahkan bantuan MUI.
"Insya Allah besok kita serah terima bantuan di lapangan, Salareh Aia,"ungkap Buya Gusrizal yang juga menjabat ketua bidang di MUI Pusat ini.
Nagari Sungai Batang menjadi salah satu lokasi terdampak bencana yang menjadi perhatian khusus. Sehari sebelumya, Gubernur Sumbar Mahyeldi mengunjungi Sungai Batang.
Selama ini ada dua akses jalan menuju Danau Maninjau dari Lubukbasung dan Bukittinggi. Namun, kedua akses jalan itu terputus tergerus banjir lumpur.
Dua kelok dari 44 kelok menuju Maninjau hilang. Wilayah di Kecamatan Tanjungraya ini terisolir. Butuh waktu untuk perbaikan akses jalan tersebut.
MUI mengirim utusan ke Nagari Sungai Batang sejak beberapa hari lalu untuk membantu korban dan melakukan pendataan untuk penanganan dampak bencana.
Gedung wisata halal wakaf MUI menjadi salah satu tempat penampungan pengungsi. Rumah gadamg di tepian Danau Maninjau ini dibangun di atas lahan dan bangunan wakaf dari keluarga obu Fatimah Karim Amrullah dan Buya AR Sutan Mansur, pejuang kemerdekaan dan tokoh Islam.
Rumah tua yang tidak terawat sebelumnya direvitalisasi oleh Lembaga Wakaf MUI bersama Bank Indonesia menjadi rumah gadang yang dijadikan sebagai pusat pengembangan pariwisata halal.
Saat ini gedung tersebut bermanfaat bagi para penyintas bencana yang rumahnya hanyut diterjang banjit lumpur. Rumah wakaf MUI terdampak minimal dan gedung ini berdiri kokoh di tengah kawasan sekitarnya rusak akibat galodo. (Ali Akbar, ed: Nashih)