Israel Disebut PM Pakistan Jahat dan Kutukan Umat Manusia, Kantor Netanyahu Kebakaran Jenggot
Fitri Aulia Lestari
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital – Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengecam keras pernyataan Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Muhammad Asif, yang menyebut Israel sebagai “jahat” dan “kutukan bagi umat manusia”.
Pernyataan tersebut disampaikan Khawaja Asif melalui platform media sosial X sebagai respons atas serangan besar-besaran Israel di Lebanon yang menewaskan ratusan warga sipil. “Israel itu jahat dan kutukan bagi umat manusia,” tulis Asif dikutip MUI Digital dari Anadolu Agency pada Jumat (10/4/2026).
Asif juga menuding telah terjadi genosida di Lebanon serta menyebut warga sipil menjadi korban dalam serangan yang terus berlangsung.
“Pertama Gaza, kemudian Iran dan sekarang Lebanon, pertumpahan darah terus berlanjut tanpa henti,” lanjutnya.
Menanggapi hal tersebut, kantor Netanyahu menilai pernyataan Asif sebagai bentuk seruan untuk menghancurkan Israel.
“Seruan Menteri Pertahanan Pakistan untuk pemusnahan Israel adalah hal yang keterlaluan. Ini bukan pernyataan yang dapat ditoleransi dari pemerintah mana pun, terutama dari pemerintah yang mengklaim sebagai penengah netral untuk perdamaian,” demikian pernyataan resmi kantor Netanyahu.
Ketegangan ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Lebanon, meskipun upaya diplomatik tengah berlangsung terkait gencatan senjata dua pekan yang diumumkan oleh Amerika Serikat dan Iran, dengan mediasi Pakistan.
Meski pihak Islamabad dan Teheran menyatakan bahwa kesepakatan tersebut juga mencakup Lebanon, Washington dan Teh Aviv membantah hal tersebut.
Serangan udara Israel yang belum pernah terjadi sebelumnya di berbagai wilayah Lebanon sejak dini hari Rabu ini telah menewaskan 254 orang dan melukai 1.165 orang lainnya, demikian dilaporkan Kantor Berita Nasional mengutip pernyataan dari Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil Lebanon.
Dilansir Aljazeera, Kamis (9/4/2026), pernyataan tersebut menjelaskan bahwa jumlah korban terdiri dari 92 gugur dan 742 luka-luka di ibu kota Beirut, serta 61 gugur dan 200 luka-luka di pinggiran selatan Beirut.
Ditambahkan bahwa tercatat 18 gugur dan 28 luka-luka di distrik Baalbek, serta sembilan gugur dan enam luka-luka di distrik Hermel (timur).
Jumlah korban juga mencakup 28 gugur dan 59 luka-luka di Nabatieh, 17 gugur dan 6 luka-luka di distrik Aley, 12 gugur dan 56 luka-luka di Saida, serta 17 gugur dan 68 luka-luka di Tyre (selatan), menurut pernyataan tersebut.
Kementerian Kesehatan Lebanon juga melaporkan bahwa jumlah korban sementara akibat serangan Israel di negara tersebut pada Rabu mencapai 182 orang gugur dan 890 orang luka-luka.
Menteri Kesehatan Lebanon, Rakan Nasiruddin, mengatakan kepada Aljazeera bahwa ambulans masih mengangkut korban ke rumah sakit, seraya menyerukan lembaga-lembaga internasional untuk membantu sektor kesehatan Lebanon.
Dalam pernyataan sebelumnya, dia menyebutkan bahwa rumah sakit dipenuhi oleh korban tewas dan terluka.
Koresponden Aljazeera melaporkan bahwa serangan Israel semakin meluas, mencakup wilayah luas di selatan negara itu, melewati Pegunungan Lebanon, hingga ke pinggiran selatan, serta wilayah di dalam ibu kota Beirut, serta Tyre, Hermel, dan Bekaa.
Ini bersamaan dengan pengumuman tentara Israel tentang pelaksanaan serangan besar-besaran terhadap Lebanon sejak dimulainya perang, beberapa jam setelah diumumkannya kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran selama dua pekan.
Presiden Lebanon Joseph Aoun menyerukan kepada komunitas internasional untuk menjalankan tanggung jawabnya dan mengakhiri apa yang dia gambarkan sebagai sikap agresif yang mengancam stabilitas kawasan.
"Berlanjutnya kebijakan agresif Israel hanya akan menimbulkan ketegangan yang lebih besar,"ujar dia.
Sementara itu, Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, mengatakan Israel mengabaikan prinsip-prinsip hukum internasional dan kemanusiaan, tanpa mempedulikan semua upaya regional dan internasional untuk menghentikan perang.
Dia menyerukan kepada teman-teman negaranya untuk membantu menghentikan serangan Israel dengan segala cara.
Salam menulis dalam sebuah unggahan di platform X, "Meskipun kami menyambut baik kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat serta mengintensifkan upaya kami untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata di Lebanon, Israel terus memperluas serangannya yang menargetkan kawasan pemukiman padat dan menewaskan warga sipil tak bersenjata di berbagai wilayah Lebanon."