AS Imbau Warganya Tinggalkan Arab Saudi di Tengah Eskalasi Ketegangan Regional
Miftahul Jannah
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital – Pemerintah Amerika Serikat melalui Kedutaan Besarnya di Riyadh mengeluarkan peringatan keamanan tingkat tinggi dengan mendesak warganya untuk mempertimbangkan kembali perjalanan ke Arab Saudi serta segera meninggalkan wilayah tersebut.
Peringatan ini dikeluarkan di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, sebagaimana dinarasikan MUI Digital pada Kamis (9/4/2026) melansir Midleeasmonitor.
Dalam pernyataan resminya, Kedutaan Besar AS menegaskan keselamatan warga negara menjadi prioritas utama.
Otoritas setempat disebut terus memantau perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah dan meminta warga AS untuk tetap waspada serta mengikuti arahan pemerintah setempat.
Kedutaan juga mendorong warga negara AS untuk memanfaatkan penerbangan komersial yang masih tersedia guna meninggalkan Arab Saudi, meskipun terdapat gangguan akibat ancaman rudal dan pesawat tanpa awak.
Baca juga: Sekjen MUI Berharap Perang Iran Segera Berakhir, Dampaknya Rugikan Semua Negara
Sejumlah maskapai dilaporkan telah menangguhkan penerbangan menuju Riyadh dan Dammam, meski wilayah udara Arab Saudi secara umum masih dibuka.
Terkait musim haji, Kedutaan Besar AS turut mengimbau warganya untuk menunda perjalanan ke Makkah tahun ini, dengan mempertimbangkan risiko keamanan serta tantangan logistik yang mungkin terjadi.
Selain itu, mulai 18 April, otoritas Arab Saudi akan memberlakukan pembatasan akses ke Makkah yang hanya diperuntukkan bagi pemegang izin haji resmi, kartu izin tinggal yang diterbitkan di Makkah, atau izin kerja.
Warga dengan jenis visa lain diwajibkan meninggalkan kota sebelum tanggal tersebut, dan kebijakan ini diperkirakan berlaku hingga awal atau pertengahan Juni.
Kedutaan juga mengumumkan penangguhan layanan konsuler rutin dan hanya memberikan layanan darurat bagi warga negara AS.
Lebih lanjut, pejabat AS memperingatkan adanya potensi ancaman terhadap lokasi-lokasi yang kerap dikunjungi warga Amerika, seperti hotel, pusat bisnis, dan lembaga pendidikan.
Ancaman tersebut diduga berkaitan dengan meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, termasuk kemungkinan aksi dari kelompok sekutu Iran di kawasan.
Peringatan ini merupakan bagian dari rangkaian imbauan yang telah dikeluarkan sejak Maret, menyusul meningkatnya eskalasi konflik yang ditandai dengan pertukaran ancaman, serta serangan rudal dan pesawat tak berawak di kawasan.