Algoritma dan AI Jadi Tantangan Dakwah Era Digital, Begini Saran Drone Emprit untuk MUI
Admin
Penulis
Foto: Sadam/MUIDigital
JAKARTA, MUI.OR.ID— Lembaga Drone Emprit mengusulkan agar Majelis Ulama Indonesia (MUI) menonjolkan tokoh bukan institusi sebagai respons isu keagamaan di media sosial.
Pakar Analis Drone Emprit, Rizal Nova Mujahid, menjelaskan hal ini tidak terlepas dari kondisi di media sosial berdasarkan trend pencarian tentang isu berbasis keagamaan.
Nova, sapaan akrabnya, mengungkapkan trend pencarian tentang isu berbasis keagamaan biasanya yang dicari atau dirujuk adalah seorang tokoh, bukan organisasi.
"Sehingga ini memang menjadi konsen, harus diperbaiki. Tetapi karena trendnya masih seperti itu, saya kira untuk quick winsnya ada baiknya dipertimbangkan untuk mengangkat satu tokoh yang dijadikan representasi dari MUI," kata Nova di Kantor MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (5/11/2025).
Kehadiran Nova di Kantor MUI untuk menjadi narasumber dalam Forum Group Discussion (FGD) Ketahanan Digital yang digelar oleh Komisi Infokom MUI bersama Komisi E (Khusus) Munas XI MUI.
Nova menegaskan langkah ini dilakukan sebagai quick wins di tengah kondisi media sosial yang trendnya merujuk pada tokoh, bukan organisasi. Nova menekankan bahwa persoalan ini bisa diperbaiki, meski memerlukan waktu yang panjang.
"Menjadikan MUI sebagai rujukan bukan dilakukan kerja satu atau dua tahun melainkan kerja bertahun-tahun. Sehingga tentu saja MUI akan menjadi rujukan," sambungnya.
Meski begitu, Drone Emprit tetap menyarankan MUI untuk lebih menonjolkan tokoh dibanding institusi sebagaimana kondisi di media sosial sekarang ini.
"Saya sih berharap berubah. Meskipun bukan hanya dari MUI saja. Pada isu lain misalnya politik, ekonomi dan sosial, orang akan melihat siapa tokohnya," ungkapnya.
Nova mencontohkan, Rans Entertaiment, orang akan merujuk pada pemiliknya yakni Raffi Ahmad. Dia menegaskan tren tersebut masih sangat tinggi untuk kondisi sekarang ini.
Analis Drone Emprit itu tidak bisa menjawab dan memprediksi kapan akan berakhirnya tren tersebut, sehingga rujukan masyarakat terhadap tokoh, akan berubah ke organisasi.
"Tapi biasanya media sosial itu punya batas kelelahan. Jadi setelah lelah, sudah sampai waktunya dia berbalik. Dia akan beralih dari tokoh ke institusi. Semoga seperti itu," tegasnya.
Hadir sebagai narasumber dalam FGD ini Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis, Ketua MUI Bidang Infokom KH Masduki Baidlowi, dan Kasubdit 2 Ditressiber Polda Metro Jaya Kompol Muhammad Fajar.
Hadir dalam FGD ini antara lain Wasekjen MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Arif Fahruddin, Ketua Komisi Infokom MUI KH Mabroer MS, Wakil Ketua Komisi Infokom MUI Idy Mujayyad, dan Sekretaris Komisi Infokom MUI Iroh Siti Zahroh. (Sadam, ed: Muhammad Fahruddin)