Melalui Standardisasi Dai, MUI Bertekad Tingkatkan Profesionalitas, Kompetensi dan Etika Pendakwah
Sadam Al Ghifari
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital— Majelis Ulama Indonesia (MUI) bertekad meningkatkan profesionalitas, kompetensi dan etika pendakwah melalui Standardisasi Dai yang digelar Komisi Dakwah MUI.
Sekjen MUI, Buya Amirsyah Tambunan menerangkan, program ini untuk memastikan dai memiliki pemahaman agama yang wasathiyah, berwawasan kebangsaan serta menyampaikan dakwah yang ramah dan konstruktif guna menjaga harmonisasi umat.
Buya Amirsyah menambahkan, kegiatan ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas dai dan mencegah penyebaran paham menyimpang, radikal, atau ekstrem.
"Meningkatkan pemahaman Islam Wasathiyah (moderat), wawasan kebangsaan (Pancasila & UUD 1945), fikih dakwah untuk memperkuat strategi dakwah," kata Buya Amirsyah Tambunan dalam Standardisasi Dai Angkatan ke-47 di BSI Tower, Jakarta Selatan, Rabu (29/4/2026) lalu.
Baca juga: Ketua MUI Bidang Dakwah Dorong Dai Tingkatkan Literasi Ekonomi dan Keuangan Syariah
Buya Amirsyah mengungkapkan, tujuan Standardisasi Dai untuk mewujudkan dai yang kompeten secara keilmuan, metode penyampaian dan etika berdakwah.
"Oleh karena itu dai yang lolos standardisasi akan direkomendasikan sebagai dai berkompeten untuk mengikuti jenjang berikutnya yakni sertifikasi dai sehingga dai secara profesional telah memiliki kompetensi substantif yakni pengetahuan yang memadai untuk berdakwah," tegasnya.
Lebih lanjut, Buya Amirsyah menerangkan, dai yang telah lolos standardisasi juga memiliki kompetensi metodelogi, yakni kemampuan melakukan dakwah dengan berbagai metode yang efektif.
"Metode dakwah lewat AI harus menjadi alat untuk mencerdaskan, membangun peradaban umat, bukan sebaliknya membuat umat bodoh dan tertinggal," terangnya.
Baca juga: Dai Sebagai Opinion Leader, Wasekjen MUI Sebut Potensi Syiarkan Eksyar ke Masyarakat
Buya Amirsyah mengungkapkan, program standardisasi dai ini ke depan akan sejalan dengan sertifikasi dosen yang wajib mengikuti sertifikasi.
"Dai MUI selama ini telah melakukan pelayanan kepada umat (himayatul ummah) melalui dakwah yang disampaikan agar dapat menyelesaikan problem umat. Oleh karena itu, para dai yang berkompeten harus mampu merancang bangunan peradaban umat dan bangsa," kata dia.