MUI Siapkan Beasiswa dan Rehabilitasi 800 Rumah bagi Korban Bencana di Sumatera
Miftahul Jannah
Penulis
Admin
Editor
Bogor, MUI Digital — Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyiapkan sejumlah program prioritas untuk membantu pemulihan korban bencana di wilayah Sumatera.
Ini mulai dari pemberian beasiswa pendidikan hingga rehabilitasi sekitar 800 unit rumah bagi masyarakat terdampak.
Program tersebut mencakup bantuan di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Bantuan tersebut dengan sasaran utama para penyintas bencana, khususnya kalangan santri, peserta didik madrasah, yatim piatu, serta tenaga pendidik di lingkungan pesantren dan madrasah.
Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Penanggulangan Bencana, Kiai Mabroer, menjelaskan bahwa bantuan pendidikan menjadi salah satu fokus utama agar para penerima manfaat tetap dapat melanjutkan proses belajar di tengah kondisi pascabencana.
“Bantuan pendidikan ini ada yang kita kerjasamakan dengan Baznas, seperti penyediaan perlengkapan sekolah. Sementara yang kita tangani langsung berupa beasiswa untuk santri, murid madrasah, yatim piatu, termasuk para guru,“ujarnya saat ditemui seusai Rapat Kerja Lembaga Advokasi dan Koordinasi Penanggulangan Bencana (LAK-PB MUI) di Bogor, Jumat (1/5/2026).
Dia menambahkan, program ini diharapkan dapat meringankan beban para penyintas, khususnya lembaga pendidikan yang belum sepenuhnya terakomodasi dalam sistem bantuan pemerintah.
“Masih banyak lembaga pendidikan yang belum masuk dalam sistem pendataan resmi, sehingga perlu ada perhatian khusus dari lembaga seperti MUI,” jelasnya.
Selain bantuan pendidikan, MUI juga akan membangun masjid di wilayah terdampak bencana sebagai bagian dari pemulihan fasilitas sosial-keagamaan.
Di samping itu, program rehabilitasi rumah menjadi agenda penting dengan target sekitar 800 unit rumah. Bantuan perbaikan rumah ini diprioritaskan bagi marbot masjid, guru madrasah atau pesantren, serta masyarakat terdampak lainnya yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.
Baca juga: Gelar Raker, LAK PB MUI Susun Strategi Penanggulangan Bencana
Menurut Mabroer, seluruh program tersebut akan dijalankan dengan perencanaan yang matang dan pengawasan ketat untuk memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran.
“Kami sangat berhati-hati karena ini menyangkut amanah dari masyarakat dan para donatur. Semua mulai dari kriteria penerima, mekanisme penyaluran, hingga monitoring dan evaluasi akan kami atur secara detail,” tegasnya.
Dia berharap program-program tersebut dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi para korban bencana, sekaligus memperkuat peran MUI dalam membantu pemulihan sosial masyarakat.
“Yang terpenting, para penyintas merasa bahwa mereka tidak sendiri, ada kepedulian dari saudara-saudara mereka di berbagai daerah,” kata dia.