Memilih Parsel Lebaran, Pastikan Kehalalan dan Periksa Label Kadaluwarsanya
Admin
Penulis
Jakarta, MUIDigital - Parsel diyakini sebagai salah satu cara yang baik untuk menjalin silaturahmi dengan keluarga, kerabat, sahabat maupun kolega bisnis. Tidak heran jika setiap Lebaran banyak penjual parsel menjajakan dagangannya di berbagai tempat, mulai dari pusat-pusat perbelanjaan mewah hingga di pinggir jalan.
Rasulullah SAW juga sangat menganjurkan memberi hadiah untuk kerabat sebagai tanda kasih. “Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad, no. 594, dan Ahmad, no. 19021, dishahihkan Al-Albani).
Sebagai umat Muslim, memilih parsel yang halal bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap penerima. Oleh karena itu, aspek kehalalan harus menjadi perhatian utama. Ade Suherman, S.Si, auditor LPPOM menjelaskan bahwa produk halal tidak hanya berasal dari bahan yang halal, tetapi juga harus diperlakukan dan disimpan dengan cara yang sesuai dengan prinsip halal.
“Pastikan produk dalam parsel tidak terkontaminasi dengan benda haram dan najis dengan mengetahui proses pembuatan, pengemasan, dan penyimpanan produk, baik isian parsel maupun setelah menjadi parsel,” ujar Ade, seperti dikutip www.halalmui.org.
Selain itu, aspek thayyib juga harus diperhatikan. Hal ini mencakup faktor keamanan dan kebersihan produk dalam parsel. Salah satu hal yang sering luput dari perhatian adalah tanggal kedaluwarsa produk dalam parsel. Karenanya, penting untuk memastikan bahwa produk dalam parsel masih layak konsumsi dan tidak membahayakan kesehatan penerima.
Untuk memastikan bahwa produk yang dijual sebagai parsel bukan produk kadaluarsa, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), biasanya memang rajin melakukan pemeriksaan ke sentra-sentra parsel. Misalnya di kawasan Cikini, Jakarta Pusat atau di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Pengusaha parsel yang lolos dari pemeriksaan BPOM biasanya memperoleh semacam sertifikat.
Selain soal kehalalan dan tanggal kadaluwarsa, ada hal lain yang harus diperhatikan sebelum membeli parsel. Misalnya kondisi kemasan makanan, izin edar serta label-label lainnya sehingga benar-benar layak untuk dikonsumsi.
Berikut beberapa tips memilih parsel yang halal dan aman, yang dirangkum dari berbagai sumber:
1. Tentukan jenis parsel yang sesuai kebutuhan kolega atau kenalan
Tentukan paket parsel sebelum memutuskan untuk membelinya. Sebab banyak ragam isi parsel yang beredar di pasaran, seperti makanan, keramik, kristal, kue kering, peralatan kantor, peralatan ibadah, dan sebagainya. Jadi, pilihlah paket parsel yang sesuai dengan kebutuhan atau yang disukai kolega atau kenalan.
2. Perhatikan tanggal kadaluwarsa isi parsel
Jangan sampai paket parsel lebaran yang tujuannya untuk mempererat tali silaturahmi malah menimbulkan sesuatu yang tidak mengenakkan bagi penerima lantaran kondisi barang yang buruk. Memastikan tanggal kadaluwarsa dari suatu produk menjadi bagian yang penting, termasuk saat memilih dan memesan parsel lebaran. Pastikan semua produk, terutama makanan dan minuman belum masuk tanggal kadaluarsa, dan pilihlah yang masih lama tanggal kadaluwarsanya.
3. Perhatikan isi parsel
Perhatikan isi parsel sebelum memutuskan membeli atau memesannya. Konsumen juga harus lebih selektif dan jangan sungkan untuk menanyakan langsung kepada penjual tentang rincian isi dalam parsel.
4. Perhatikan label halal
Apabila paket parsel yang akan diberikan berupa makanan dan minuman, pastikan semua produk makanan/minuman dalam parsel telah berlabel halal. (FM/Sumber dan foto dok.floristindonesia)