Lewati ke konten utama
Senin, 21 September 2026 / 9 Rabiul Akhir 1448 H
Jadwal memuat...
1000436053
Berita

Sekjen MUI Dorong Transformasi Sistem Penanggulangan Bencana Berbasis Profesional dan Teknologi

Sekjen MUI Dorong Transformasi Sistem Penanggulangan Bencana Berbasis Profesional dan Teknologi

/ 14 Dzulqa'dah 1447 H 2 menit baca 1.099 dibaca

Bogor, MUI Digital — Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Amirsyah Tambunan, mendorong transformasi sistem penanggulangan bencana di lingkungan MUI agar lebih profesional, terintegrasi, dan berbasis teknologi, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi program.

Hal tersebut disampaikan saat membuka Rapat Kerja Lembaga Advokasi dan Koordinasi Penanggulangan Bencana (LAK-PB MUI) di Bogor, Jumat (1/5/2026).

Buya Amirsyah menegaskan bahwa penanganan bencana tidak bisa lagi dilakukan secara konvensional, melainkan harus mengacu pada sistem manajemen modern yang terukur dan terdokumentasi dengan baik.

“Program yang kita jalankan harus direncanakan dengan benar, dilaksanakan dengan terukur, lalu dievaluasi. Semua harus tercatat agar bisa menjadi pembelajaran dan perbaikan ke depan,” ujarnya.

Dia menambahkan, penerapan standar manajemen seperti ISO menjadi penting agar tata kelola program lebih efektif dan efisien, sekaligus meningkatkan akuntabilitas lembaga di hadapan publik.

Selain itu, Buya Amirsyah juga menekankan pentingnya respons cepat dalam pengambilan kebijakan saat terjadi bencana, tanpa harus menunggu proses administratif yang berlarut.

“Kebijakan dalam kondisi darurat harus cepat, tanggap, dan tegas. Jangan menunggu, karena bencana tidak menunggu,” katanya.

Dia juga mendorong optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi dalam sistem kebencanaan, baik untuk pemantauan, koordinasi, maupun penyebaran informasi kepada masyarakat.

Menurutnya, teknologi dapat menjadi alat penting untuk meningkatkan efektivitas komunikasi publik agar masyarakat tidak panik saat menghadapi situasi darurat.

“Informasi harus disampaikan secara jelas dan cepat kepada masyarakat. Ini bagian dari mitigasi agar tidak terjadi kebingungan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Buya Amirsyah menekankan pentingnya integrasi kekuatan ormas Islam yang berada di bawah MUI agar tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling melengkapi dalam satu sistem yang terkoordinasi.

Dengan transformasi tersebut, MUI diharapkan mampu membangun sistem penanggulangan bencana yang tidak hanya responsif, tetapi juga berkelanjutan dan menjadi rujukan dalam pengelolaan kebencanaan berbasis umat.

BAGIKAN: