Bagaimana Alquran Diturunkan? Ini 2 Fasenya Menurut Ulama Tafsir
A Zaeini Misbaahuddin Asyuari
Penulis
Hakim
Editor
Jakarta, MUI Digital — Setiap tanggal 17 Ramadhan, umat Islam di berbagai tempat memperingati peristiwa Nuzulul Qur’an, yaitu momen turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril.
Peristiwa ini menjadi salah satu tonggak
penting dalam sejarah Islam, karena sejak saat itulah Alquran mulai diturunkan
sebagai pedoman hidup bagi umat manusia.
Alquran diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW dengan misi besar untuk memperbaiki tatanan kehidupan manusia, menegakkan keadilan, serta membimbing manusia menuju jalan kebenaran.
Menurut para ulama tafsir, proses turunnya Alquran tidak terjadi dalam satu tahap saja, melainkan melalui dua fase utama yang memiliki hikmah tersendiri.
Fase Pertama: Turunnya Alquran Secara
Keseluruhan
Fase pertama dikenal oleh para mufasir
sebagai turunnya Alquran secara sekaligus (jumlatan wāḥidah). Pada tahap
ini, Alquran diturunkan oleh Allah dari Lauhul Mahfuz ke Baitul ‘Izzah di
langit dunia pada malam Lailatul Qadar.
Mayoritas ulama tafsir menjelaskan hal ini,
sebagaimana dinukil oleh Imam al-Qurthubi (wafat 671 H) dari riwayat Ibnu
Abbas: