Lewati ke konten utama
Senin, 21 September 2026 / 9 Rabiul Akhir 1448 H
Jadwal memuat...
Anjuran dan Keutamaan Mandi Ihram
Foto: AI Modified/ChatGPT
Tuntunan Ibadah

Anjuran dan Keutamaan Mandi Ihram

Anjuran dan Keutamaan Mandi Ihram

/ 4 Dzulqa'dah 1447 H 3 menit baca 2.259 dibaca

Jakarta, MUI Digital — Menurut Imam an-Nawawi dalam kitab Al-Majmu’, sebagaimana mayoritas ulama mazhab Syafi’i, mandi ihram berstatus sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Karena itu, meninggalkannya dipandang makruh.

اتَّفَقَ الْعُلَمَاءُ عَلَى أَنَّهُ يُسْتَحَبُّ الْغُسْلُ عِنْدَ إرَادَةِ الْإِحْرَامِ بِحَجٍّ أَوْ عُمْرَةٍ أَوْ بِهِمَا سَوَاءٌ كَانَ إحْرَامُهُ مِنْ الْمِيقَاتِ الشَّرْعِيِّ أَوْ غَيْرِهِ وَلَا يَجِبُ هَذَا الْغُسْلُ وَإِنَّمَا هُوَ سُنَّةٌ مُتَأَكَّدَةٌ يُكْرَهُ تَرْكُهَا

“Para ulama telah sepakat bahwa disunnahkan mandi ketika hendak berihram untuk haji, umroh, atau keduanya, baik ihram dimulai dari miqat syar’i maupun dari tempat lainnya. Mandi ini tidak wajib, melainkan sunnah muakkadah yang makruh ditinggalkan.” (Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab [Mesir: al-Muniriyyah], vol. 7, h. 212)

Anjuran mandi sebelum ihram ini juga memiliki landasan yang jelas dalam hadis Nabi SAW, sebagaimana disebutkan dalam riwayat berikut:

عَنْ خَارِجَةَ بْنِ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ، عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ رَأَى النَّبِيَّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَجَرَّدَ لِإِهْلَالِهِ وَاغْتَسَلَ

Artinya: “Dari Kharijah bin Zaid bin Tsabit, dari ayahnya, bahwa ia melihat Nabi SAW menanggalkan pakaian untuk memulai ihramnya, lalu mandi.” (HR Tirmidzi)

Hadis ini menunjukkan disyariatkannya mandi sebelum ihram. Dan dari sini, amalan ini dianjurkan sebelum seseorang memasuki rangkaian ibadah haji atau umroh. Tujuannya bukan semata-mata menghilangkan hadas, melainkan membersihkan diri, merapikan penampilan, serta mempersiapkan jiwa dan raga untuk memasuki rangkaian ibadah tersebut.

Hal ini tentu menunjukkan betapa besar perhatian syariat terhadap adab dan kesiapan setiap orang Islam sebelum memasuki ibadah haji atau umroh.

Selain bernilai ibadah karena menjalankan sunnah Rasulullah SAW, mandi ihram memiliki banyak hikmah dan keutamaan. Di antaranya adalah membersihkan tubuh, menghilangkan bau tidak sedap, serta menjaga kenyamanan jamaah lain saat berkumpul di tempat-tempat manasik.

Imam ar-Rafi’i (wafat 623 H) dalam kitabnya menyebutkan bahwa kesunnahan mandi ihram berlaku bagi laki-laki, perempuan, anak-anak, bahkan perempuan haid dan nifas, karena tujuan utamanya adalah kebersihan, menghilangkan bau yang mengganggu, dan menjaga kenyamanan orang lain.

مِنْ سُنَنِ الْإِحْرَامِ أَنْ يَغْتَسِلَ إِذَا أَرَادَهُ، رُوِيَ أَنَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَجَرَّدَ لِإِهْلَالِهِ وَاغْتَسَلَ، وَيَسْتَوِي فِي اسْتِحْبَابِهِ الرَّجُلُ وَالْمَرْأَةُ وَالصَّبِيُّ، وَإِنْ كَانَتْ حَائِضًا أَوْ نُفَسَاءَ؛ لِأَنَّ مَقْصُودَ هَذَا الْغُسْلِ التَّنْظِيفُ، وَقَطْعُ الرَّائِحَةِ الْكَرِيهَةِ، وَدَفْعُ أَذَاهَا عَنِ النَّاسِ عِنْدَ اجْتِمَاعِهِمْ

“Termasuk sunnah ihram ialah mandi ketika seseorang hendak berihram. Diriwayatkan bahwa Nabi SAW menanggalkan pakaian untuk memulai ihramnya, kemudian mandi. Kesunnahan mandi ini berlaku sama bagi laki-laki, perempuan, dan anak kecil, sekalipun perempuan itu sedang haid atau nifas. Sebab tujuan mandi tersebut adalah untuk membersihkan diri, menghilangkan bau yang tidak sedap, dan mencegah gangguannya terhadap orang lain ketika mereka berkumpul.” (Fath al-Aziz Syarh al-Wajiz [Beirut: Dar al-Fikr], vol. 7, h. 240)

Dalam ibadah yang melibatkan jutaan manusia seperti haji, kebersihan diri tentunya menjadi bagian penting dari adab sosial dan kesempurnaan ibadah.

Alhasil, mandi ihram merupakan kesunnahan yang sangat dianjurkan bagi setiap calon jamaah haji dan umroh sebelum berniat ihram. Kendati tidak wajib, amalan ini memiliki nilai ibadah sekaligus manfaat besar, baik dari sisi kebersihan maupun kesiapan diri.

Dengan melakukan mandi ihram, seorang jamaah memulai perjalanan sucinya dalam kondisi bersih, rapi, dan siap memenuhi panggilan Allah SWT. Karena itu, sudah seharusnya sunnah ini diperhatikan oleh setiap muslim sebagai bagian dari adab memasuki ibadah haji dan umroh. Wallāhu a‘lam bis ṣhawāb. 

BAGIKAN: