Begini Tata Cara Membaca Talbiyah bagi Laki-Laki dan Perempuan
A Zaeini Misbaahuddin Asyuari
Penulis
Hakim
Editor
Jakarta, MUI Digital — Perlu dipahami, sebagaimana dalam penjelasan kitab-kitab fiqih, bahwa terdapat sedikit perbedaan terkait tata cara membaca talbiyah bagi laki-laki dan perempuan.
Syekh Zakariya al-Anshari (wafat 926 H)
dalam kitabnya menerangkan bahwa laki-laki disunnahkan membaca talbiyah dengan
suara lantang selama tidak sampai memberatkan dirinya. Hal ini berdasarkan
perintah Nabi SAW agar para sahabat laki-laki mengeraskan suara ketika bertalbiyah.
Adapun perempuan dan waria dianjurkan
membaca talbiyah dengan suara pelan, sebatas terdengar oleh dirinya sendiri.
Jika dibaca terlalu keras, maka hukumnya makruh.
وَيَرْفَعُ نَدْبًا الرَّجُلُ
(صَوْتَهُ) بِالتَّلْبِيَةِ فِي دَوَامِ الْإِحْرَامِ (بِحَيْثُ لَا يُتْعِبُهُ)
الرَّفْعُ قَالَ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَتَانِي جِبْرِيلُ فَأَمَرَنِي
أَنْ آمُرَ أَصْحَابِي أَنْ يَرْفَعُوا أَصْوَاتَهُمْ بِالْإِهْلَالِ. وَرَوَاهُ
التِّرْمِذِيُّ وَصَحَّحَهُ... (وَالْمَرْأَةِ) وَمِثْلُهَا الْخُنْثَى (تُسْمِعُ
نَفْسَهَا) فَقَطْ نَدْبًا كَمَا فِي قِرَاءَةِ الصَّلَاةِ (فَإِنْ جَهَرَتْ)
بِهَا كُرِهَ
“Disunnahkan bagi laki-laki mengeraskan suaranya ketika bertalbiyah selama masih dalam keadaan ihram, dengan kadar yang tidak membuatnya kelelahan. Nabi SAW bersabda: Jibril datang kepadaku, lalu memerintahkanku agar aku memerintahkan para sahabatku untuk mengeraskan suara mereka dalam berihlal (talbiyah). Hadis ini diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi dan beliau mensahihkannya. Adapun perempuan, demikian pula khuntsa (waria), disunnahkan hanya memperdengarkan suara talbiyah kepada dirinya sendiri, sebagaimana dalam bacaan shalat. Jika ia mengeraskan suara ketika bertalbiyah, maka hukumnya makruh.” (Asna al-Mathalib fi Syarh Raudh at-Thalib [Mesir: al-Mathba’ah al-Maimuniyyah], vol. 1, h. 474)
Baca juga: Lafaz Bacaan Talbiyah Sesuai yang Diajarkan Nabi
Waktu Membaca Talbiyah
Talbiyah disunnahkan dibaca sejak seseorang
selesai berniat ihram. Setelah niat haji atau umroh diucapkan, ia mulai
memasuki keadaan ihram, dan sejak saat itu dianjurkan memperbanyak talbiyah
sepanjang perjalanan.