Lewati ke konten utama
Jumat, 14 Agustus 2026 / 1 Rabiul Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Google Ads
Berita

Di Hadapan Ribuan Jamaah Jumat Istiqlal, Kiai Ni'am Ajak Jadikan HUT ke-81 RI Momentum Penguatan Akhlak

2 menit baca 65 dibaca
Asrorun Niam Sholeh
Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Niam Sholeh dalam IACFS. Foto: Istimewa
Bagikan:

Jakarta, MUI Digital—Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof KH Asrorun Ni’am Sholeh, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai ajang menjaga moral bangsa dari ancaman penyimpangan seksual seperti LGBT.

Pesan tersebut disampaikan Prof Niam saat menjadi khatib Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, pada Jumat (14/8/2026). 

Di hadapan ribuan jamaah, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia harus diisi dengan menguatkan akhlak serta merawat batas-batas moral yang diajarkan agama.

Dalam khutbahnya, Prof Ni’am menekankan pentingnya memahami batas toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. 

Menurutnya, meskipun Indonesia menyepakati penghargaan terhadap kebinekaan dan perbedaan, tidak semua hal dapat dibenarkan atas nama kebebasan.

"Kita perlu membedakan antara toleransi dengan permisivisme,” kata Kiai Ni’am menegaskan.  

Baca juga: Tanggapi Sikap MUI Soal LGBT, Mahfud MD Minta Minta Perkuat Narasi dan Kesepakatan Nasional

Dia menambahkan, toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan tidak boleh menoleransi tindakan kemaksiatan dan membiarkannya, seperti halnya kasus penyimpangan seksual semacam LGBT.

Pengasuh Pondok Pesantren An-Nahdlah ini menjelaskan Islam memiliki batas moral yang sangat tegas dan jelas mengenai tata cara hubungan seksual serta tatanan keluarga.

 Oleh karena itu, kata dia, prinsip kebebasan individu tidak boleh dijadikan tameng untuk membenarkan atau mempromosikan perilaku yang bertentangan dengan syariat dan norma hukum.

Kiai Ni’am menjelaskan bahwa menurut perspektif maqashid asy-syari'ah, hukum dan syariat hadir untuk menjaga kemaslahatan utama manusia, salah satunya adalah menjaga keturunan (hifzh an-nasl) dan agama (hifzh ad-din).

Baca juga: Sebut Istilah LGBT Kamuflatif dan Manipulatif, Ketua MUI Usul Diganti Saja Jadi LGSP


Dia mengingatkan, memperjuangkan atau membiarkan perilaku yang merusak tatanan moral hanya akan mendatangkan kemudaratan bagi keutuhan generasi penerus bangsa.

Kiai Ni’am mengajak masyarakat memperkuat ketahanan keluarga dan lingkungan dari berbagai ancaman moral. Mengisi kemerdekaan bukan hanya soal pembangunan fisik atau ekonomi, melainkan juga menjaga benteng akhlak dan ketakwaan.

Dia berkeyakinan NKRI akan kokoh jika masyarakatnya kuat, yakni kuat imannya, kuat ilmunya, dan kuat akhlaknya. 

“Mari kita jaga keluarga, jaga lingkungan, dan jaga akhlak bangsa demi kemaslahatan bersama," kata Ketua Umum Majelis Alumni IPNU ini. 

Google Ads
Google Ads