Lewati ke konten utama
Senin, 14 September 2026 / 2 Rabiul Akhir 1448 H
Jadwal memuat...
Kemarau Berkepanjangan, Ini Doa Memohon Hujan dan Perlindungan dari Bencana
Ilustrasi seorang muslim berdoa di bawah terik matahari, memohon kepada Allah agar diturunkan hujan. Foto: Pinterest
Tuntunan Ibadah

Kemarau Berkepanjangan, Ini Doa Memohon Hujan dan Perlindungan dari Bencana

Kemarau Berkepanjangan, Ini Doa Memohon Hujan dan Perlindungan dari Bencana

/ 2 Rabiul Akhir 1448 H 3 menit baca 74 dibaca

Jakarta, MUI Digital — Kemarau yang berkepanjangan di sejumlah wilayah Indonesia patut menjadi perhatian bersama. Ketika sumber air mulai berkurang dan masyarakat menghadapi kesulitan, umat Islam hendaknya tidak hanya melakukan ikhtiar secara lahiriah, tetapi juga mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa, istighfar, sedekah, dan shalat Istisqa.

Shalat Istisqa merupakan shalat sunnah yang dilakukan untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan. Ibadah ini menjadi bentuk pengakuan bahwa manusia sangat membutuhkan rahmat dan pertolongan Allah. Karena itu, masjid, pesantren, majelis taklim, dan masyarakat muslim di berbagai daerah patut menghidupkan shalat Istisqa sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing.

Syekh Nawawi al-Bantani dalam Nihayah az-Zain menyebutkan doa memohon hujan sebagaimana yang diajarkan Nabi. Doa ini dibaca oleh khatib saat khutbah shalat Istisqa, tetapi juga bisa dibaca oleh siapa pun di luar khutbah. Berikut lafadz lengkapnya:

اللَّهُمَّ سُقْيَا رَحْمَةٍ وَلَا سُقْيَا عَذَابٍ وَلَا مَحْقٍ وَلَا بَلَاءٍ وَلَا هَدْمٍ. اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا هَنِيئًا مَرِيئًا مَرِيْعًا غَدَقًا مُجَلِّلًا سَحًّا طَبَقًا دَائِمًا. اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِيْنَ

Allahumma suqya rahmatin wa la suqya ‘adzabin wa la mahqin wa la bala’in wa la hadmin. Allahumma asqina ghaitsan hani’an mari’an mari‘an ghadaqan mujallalan sahhan thabaqan da’iman. Allahumma asqinal ghaitsa wa la taj‘alna minal qanithin.

Artinya: “Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan sebagai rahmat, bukan hujan yang mendatangkan azab, kehancuran, bencana, atau kerusakan. Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang baik, menyegarkan, menyuburkan, lebat, merata, deras, melimpah, dan terus-menerus. Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan dan janganlah Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang berputus asa.”

Lalu doa tersebut dilanjutkan dengan memohon agar Allah menumbuhkan tanaman, memberikan keberkahan dari langit dan bumi, serta mengangkat kesulitan yang sedang dihadapi masyarakat:

اللَّهُمَّ إِنَّ بِالْعِبَادِ وَالْبِلَادِ مِنَ الْجُهْدِ وَالْجُوْعِ وَالضَّنْكِ مَا لَا نَشْكُوْ إِلَّا إِلَيْكَ. اللَّهُمَّ أَنْبِتْ لَنَا الزَّرْعَ وَأَدِرَّ لَنَا الضَّرْعَ وَأَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ، وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ، وَاكْشِفْ عَنَّا مِنَ الْبَلَاءِ مَا لَا يَكْشِفُهُ غَيْرُكَ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَغْفِرُكَ إِنَّكَ كُنْتَ غَفَّارًا فَأَرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْنَا مِدْرَارًا

Allahumma inna bil ‘ibadi wal biladi minal jahdi wal ju‘i wadh-dhanki ma la nasyku illa ilaika. Allahumma anbit lanaz-zar‘a wa adir lanadh-dhar‘a wa anzil ‘alaina min barakatis-sama’i wa anbit lana min barakatil ardhi, waksyif ‘anna minal bala’i ma la yaksyifuhu ghairuka. Allahumma inna nastaghfiruka innaka kunta ghaffaran, fa arsilis-sama’a ‘alaina midraran.

Artinya: “Ya Allah, sungguh para hamba dan negeri-negeri sedang mengalami kesulitan, kelaparan, dan kesempitan yang tidak kami adukan kecuali kepada-Mu. Ya Allah, tumbuhkanlah tanaman bagi kami, limpahkanlah susu dari hewan ternak kami, turunkanlah kepada kami keberkahan dari langit, tumbuhkanlah untuk kami keberkahan dari bumi, dan singkirkanlah dari kami bencana yang tidak dapat disingkirkan oleh siapa pun selain Engkau. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon ampun kepada-Mu. Sungguh, Engkau Maha Pengampun. Maka turunkanlah kepada kami hujan yang deras.”

Namun demikian, jika hujan pada akhirnya turun cukup deras dan berpotensi menjadi bencana, maka kita juga dianjurkan membaca doa sebagaimana yang diajarkan Nabi, yakni dengan lafadz doa berikut:

اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالظِّرَابِ وَمَنَابِتِ الْأَشْجَارِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ، اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا

Allahumma ‘alal-akami wadz-dzirabi wa manabitil-asyjari wa buthunil-awdiyah, Allahumma hawalaina wa la ‘alaina.

“Ya Allah, turunkanlah hujan di atas bukit-bukit, dataran tinggi, tempat tumbuhnya pepohonan, dan lembah-lembah. Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, jangan di atas kami.”

Bagaimanapun kita tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah, mari menghadapi kemarau dengan doa dan ikhtiar. Mari memperbanyak istighfar, bersedekah, menghemat air, menjaga lingkungan, dan melaksanakan shalat Istisqa.

Sekali lagi, jangan berputus asa dari rahmat Allah. Semoga Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa rahmat, menyuburkan bumi, memenuhi sumber air, dan menjadi keberkahan bagi seluruh masyarakat muslim Indonesia, khususnya yang berada di wilayah kemarau ekstrem. Amin.

slot gacorhttps://kencang77-on.com/https://kencang77.net/
BAGIKAN: