6 Keutamaan Air Zamzam
A Zaeini Misbaahuddin Asyuari
Penulis
Hakim
Editor
Jakarta, MUI Digital — Air Zamzam merupakan mata air yang berada di kawasan Masjidil Haram, tepatnya di sebelah timur Ka’bah, sekitar 21 meter sejajar dengan area antara Multazam dan Hajar Aswad.
Sejak dahulu hingga sekarang, Air Zamzam
dikenal luas oleh umat Islam sebagai air suci yang penuh keberkahan, memiliki
banyak khasiat, serta tidak pernah kering meski terus diambil oleh jutaan
jamaah dari berbagai penjuru dunia.
Keistimewaan Air Zamzam tidak hanya terletak pada sejarah kemunculannya yang berkaitan erat dengan Nabi Ismail dan Siti Hajar ‘Alaihimassalam, tetapi juga lantaran banyaknya hadis Nabi SAW serta penjelasan para ulama yang menerangkan perihal keutamaannya.
Baca juga: Pergi Haji
Karena itu, jamaah haji dan umroh
dianjurkan meminum Air Zamzam ketika berada di Tanah Suci. Bahkan, Air Zamzam
hampir selalu menjadi oleh-oleh utama yang dibawa pulang untuk keluarga,
kerabat, dan tetangga sebagai bentuk berbagi keberkahan dari Makkah.
Lantas, apa saja keutamaan Air Zamzam?
Berikut ini enam keutamaannya berdasarkan
sejumlah keterangan dalam hadis Nabi Muhammad SAW dan penjelasan para ulama:
1. Mengandung Keberkahan
Salah satu keistimewaan utama Air Zamzam
adalah keberkahannya. Dalam sebuah hadis sahih, Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّهَا مُبَارَكَةٌ إِنَّهَا طَعَامُ
طُعْمٍ
Artinya: “Sesungguhnya Air Zamzam adalah air yang diberkahi. Di dalamnya terdapat makanan yang mengenyangkan.” (HR Muslim)
Baca juga: Doa dan Dzikir Terbaik Jamaah Haji saat di Arafah
Imam asy-Syaukani (wafat 1250 H) dalam
kitabnya menjelaskan bahwa hadis ini mengandung anjuran untuk meminum Air
Zamzam demi memperoleh keberkahan dan keutamaan, bukan hanya untuk melepas
dahaga semata. Sehingga banyak ulama menganjurkan agar seseorang meminum Air Zamzam dengan niat serta harapan yang baik.
وَفِي الْحَدِيثِ اسْتِحْبَابُ
الشُّرْبِ مِنْ مَاءِ زَمْزَمِ، وَأَنَّ الشُّرْبَ لِلْفَضِيلَةِ لَا لِلْحَاجَةِ
“Dalam hadis tersebut terdapat anjuran
untuk meminum Air Zamzam, dan bahwa meminumnya dilakukan untuk memperoleh
keutamaan, bukan semata-mata karena kebutuhan.” (Nail
al-Author Syarh Muntaqa al-Akhbar [KSA: Dar Ibn al-Jauzi], vol. 9, h. 391)
2. Air Terbaik di Muka Bumi
Keutamaan lain dari Air zamzam ialah
disebut sebagai air terbaik di muka bumi. Rasulullah SAW bersabda:
خَيْرُ مَاءٍ عَلَى وَجْهِ الْأَرْضِ
مَاءُ زَمْزَمَ فِيهِ طَعَامٌ مِنَ الطُّعْمِ
“Sebaik-baik air yang terdapat di muka bumi adalah zamzam. Di dalamnya terdapat makanan yang mengenyangkan.” (HR At-Thabrani)
Baca juga: 6 Macam Thawaf dalam Ibadah Haji dan Umroh, Begini Penjelasannya
Imam ash-Shan’ani (wafat 1182 H)
menerangkan bahwa yang dimaksud dengan frasa sebaik-baiknya air dalam hadis di atas
ialah lantaran keberkahan dan manfaat yang terkandung di dalamnya.
Air Zamzam memiliki kandungan yang dapat
mengenyangkan serta menjadi sebab datangnya berbagai kebaikan bagi orang yang
meminumnya.
قَوْلُهُ: (خَيْرُ مَاءٍ عَلَى وَجْهِ
الْأَرْضِ مَاءُ زَمْزَمَ) لَيْسَ الْخَيْرِيَّةُ مِنْ حَيْثُ الْعُذُوبَةِ،
فَإِنَّ غَيْرَهُ أَعْذَبُ مِنْهُ بَلْ مِنْ حَيْثُ بَرَكَتِهِ، وَمِنْ حَيْثُ
أَنَّ فِيهِ طَعَامٌ مِنَ الطُّعْم
“Sabda Nabi: ‘Sebaik-baik air di muka
bumi adalah Air Zamzam’, maksud keutamaannya bukan dari sisi rasa yang paling
segar atau paling manis, karena ada air lain yang lebih segar darinya. Akan
tetapi, keutamaannya terletak pada keberkahannya dan karena di dalamnya
terdapat kandungan yang dapat mengenyangkan laiknya makanan.” (At-Tanwir Syarh al-Jami’ as-Shagir [Riyadh: Maktabah Dar
as-Salam], vol. 6, h. 19)
3. Minuman Orang-Orang Saleh
Air Zamzam juga disebut sebagai minuman
orang-orang saleh. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas
disebutkan:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ
تَعَالَى عَنْهُمَا قَالَ: صَلُّوْا فِيْ مُصَلَّى الأَخْيَارِ وَاشْرَبُوْا مِنْ
شَرَابِ الأَبْرَارِ، قِيْلَ: مَا مُصَلَّى الأَخْيَارِ؟ قَال: تَحْتَ
الْمِيْزَابِ، قِيْلَ: وَمَا شَرَابُ الأَبْرَارِ؟ قَالَ: مَاءُ زَمْزَمَ وَأَكْرِمْ
بِهِ مِنْ شَرَابٍ
“Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Salatlah kalian di tempat salat orang-orang pilihan dan minumlah dari minuman orang-orang saleh. Lalu beliau ditanya: Apakah yang dimaksud tempat salat orang-orang pilihan? Ia menjawab: Di bawah mizab (talang air Ka’bah). Beliau ditanya lagi: Apakah yang dimaksud minuman orang-orang saleh? Ia menjawab: Air Zamzam. Sungguh ia adalah sebaik-baik minuman.” (At-Thibb an-Nabawi [Beirut: Dar Ibn Hazm], vol. 2, h. 671)
Baca juga: Dam Haji: Pengertian, Jenis, dan Ketentuannya
Imam Abu Nu’aim al-Ashfahani (wafat 430 H)
meriwayatkan bahwa Air Zamzam merupakan minuman yang mulia dan penuh keutamaan.
Senada dengan itu, Imam Ibn Bathal (wafat 449 H) menyatakan bahwa Air Zamzam bukan hanya minuman orang-orang saleh, tetapi juga dapat mengenyangkan serta menjadi sebab kesembuhan dari berbagai penyakit atas izin Allah SWT.
يَعْنِي: زَمْزَمُ شَرَابُ
الْأَبْرَارِ، وَطَعَامُ طُعْمٍ وَشِفَاءٌ مِنْ سَقَمٍ، وَلَا تُنْزَحُ وَلَا
تُذَمُّ مَنْ شَرِبَ مِنْهَا حَتَّى يَتَضَلَّعَ أَحْدَثَتْ لَهُ شِفَاءً
وَأَخْرَجَتْ مِنْهُ دَاءً
“Maksudnya, Air Zamzam merupakan minuman
orang-orang saleh, makanan yang mengenyangkan, dan penyembuh dari penyakit.
Airnya tidak akan habis ditimba dan tidak pantas dicela. Barang siapa
meminumnya hingga kenyang, maka air itu dapat menjadi sebab kesembuhan baginya
dan menghilangkan penyakit dari dirinya.” (Syarh
Shahih al-Bukhari Ibn Bathal [Riyadh: Maktabah ar-Rusyd], vol. 4, h. 316)
4. Menjadi Sarana Kesembuhan
Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa
Rasulullah SAW menggunakan Air Zamzam sebagai sarana pengobatan. Nabi membawa Air Zamzam di dalam wadah air, lalu menuangkan dan membasuhkannya kepada orang
yang sedang sakit:
حَمَلَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِىْ الْأَدَاوَى وَالْقِرَبِ وَكَانَ يَصُبُّ عَلَى
الْمَرْضَى وَيَسْقِيْهِمْ
Artinya: “Rasululllah SAW membawa Air zamzam di dalam kantong-kantong air (yang terbuat dari kulit). Beliau lalu menuangkan dan membasuhkannya kepada orang yang tengah sakit.” (HR Al-Baihaqi)
Baca juga: Doa Hendak Meninggalkan Baitullah atau Thawaf Wada’
Riwayat ini menjadi salah satu dasar bahwa Air Zamzam memiliki keutamaan sebagai wasilah kesembuhan. Karena itu, banyak
kaum Muslimin meminum Air Zamzam dengan niat memohon kesehatan dan kesembuhan
dari berbagai macam penyakit.
5. Berkhasiat Sesuai Niat Peminumnya
Keutamaan Air Zamzam yang cukup populer
ialah manfaatnya yang mengikuti niat orang yang meminumnya. Rasulullah SAW
bersabda:
مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ
Artinya: “Air Zamzam sesuai dengan apa
yang diniatkan peminumnya.” (HR Ibn Majah)
Imam asy-Syaukani (wafat 1250 H) menuturkan bahwa redaksi hadis tersebut bersifat umum. Artinya, Air Zamzam dapat memberikan manfaat sesuai niat peminumnya, baik untuk memohon ilmu, kesehatan, keberkahan hidup, kemudahan rezeki, maupun berbagai hajat lainnya. Sehingga para ulama menganjurkan agar seseorang menghadirkan niat yang baik tatkala meminum Air Zamzam.
قَوْلُهُ: (مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا
شُرِبَ لَهُ) فِيهِ دَلِيلٌ عَلَى أَنَّ مَاءَ زَمْزَمَ يَنْفَعُ الشَّارِبَ
لِأَيِّ أَمْرٍ شَرِبَهُ لِأَجْلِهِ، سَوَاءٌ كَانَ مِنْ أُمُورِ الدُّنْيَا أَوْ
الْآخِرَةِ. لِأَنَّ مَا فِي قَوْلِهِ لِمَا شُرِبَ لَهُ مِنْ صِيَغِ الْعُمُومِ
“Sabda Nabi SAW: Air Zamzam itu sesuai dengan tujuan ketika diminum, menunjukkan bahwa Air Zamzam bermanfaat bagi orang yang meminumnya untuk tujuan apa pun yang ia niatkan, baik urusan dunia maupun akhirat. Sebab kata untuk apa pun dalam sabda sesuai dengan tujuan ketika diminum termasuk bentuk lafaz umum.” (Nail al-Author Syarh Muntaqa al-Akhbar [KSA: Dar Ibn al-Jauzi], vol. 9, h. 391)
Baca juga: Ikhtiar dan Doa bagi Jamaah Haji agar Mendapatkan Predikat Mabrur
6. Menjadi Sebab Dikabulkannya Hajat
Banyak dari kalangan ulama salaf meminum Air Zamzam untuk berbagai kebutuhan dan harapan besar mereka. Dengan izin Allah
SWT, hajat-hajat itu kemudian dikabulkan.
Imam an-Nawawi (wafat 676 H) dalam karyanya
menyebutkan bahwa para ulama meminum Air Zamzam untuk memohon ilmu, ampunan,
kesembuhan, dan berbagai kebutuhan lainnya, lalu Allah mengabulkan apa yang
mereka harapkan.
وَقَدْ شَرِبَ جَمَاعَةٌ مِنَ
العُلَمَاءِ مَاءَ زَمْزَمَ لِمَطَالِبٍ لَهمْ جَلِيلَةٍ فَنَالُوهَا،
فَيُسْتَحَبُّ لِمَنْ أَرَادَ الشُّرْبَ لِلْمَغْفِرَةِ أَوِ الْشِّفَاءِ مِنْ
مَرَضٍ وَنَحْوِهِ
“Sejumlah ulama telah meminum Air Zamzam
untuk berbagai hajat besar mereka, lalu mereka mendapatkannya. Karena itu,
disunnahkan bagi orang yang ingin meminumnya dengan niat memohon ampunan,
kesembuhan dari penyakit, atau tujuan semisalnya.”
(Al-Idhoh fi Manasik al-Hajj wa al-Umroh [Beirut: Dar al-Basyair
al-Islamiyah], vol. 1, h. 401)
Oleh karenanya, disunnahkan bagi seseorang yang meminum Air Zamzam sambil berdoa dan memohon kepada Allah berbagai kebaikan dunia maupun akhirat.
Baca juga: Bagaimana Tanda-Tanda Haji Mabrur? Begini Penjelasan Ulama
Imam Ibn Allan (wafat 1057 H) menyebutkan
bahwa di antara niat terbaik ketika meminum Air Zamzam ialah memohon agar wafat
dalam keadaan Islam serta memperoleh kenikmatan memandang wajah Allah SWT tanpa
didahului azab.
الْفَوَائِدُ... وَأَهَمُّ مَا
يُشْرَبُ لَهُ الْمَوْتُ عَلَى الْإِسْلَامِ، وَالنَّظَرُ إِلَى وَجْهِ اللَّهِ
تَعَالَى مِنْ غَيْرِ سَابِقَةِ عَذَابٍ، وَقَدْ جَاءَ عَنْ عِدَّةٍ أَنَّهُمْ
شَرِبُوهُ لِمَطَالِبَ فَنَالُوهَا
“Di antara faedahnya dan yang paling
penting ialah diminum dengan niat agar wafat dalam keadaan Islam serta dapat
memandang wajah Allah Ta’ala tanpa didahului azab. Telah diriwayatkan dari
sejumlah ulama dan orang saleh bahwa mereka meminumnya untuk berbagai hajat,
lalu hajat tersebut dikabulkan.” (Al-Futuhat
ar-Rabaniyyah ‘ala al-Adzkar an-Nawawiyah [Kairo: Jam’iyah an-Nasyr wa
at-Ta’lif al-Azhariyyah], vol. 5, h. 29)
Keutamaan-keutamaan ini menunjukkan bahwa Air Zamzam bukanlah air biasa, melainkan salah satu tanda kebesaran Allah SWT yang penuh nilai keberkahan serta manfaat bagi kaum muslimin.
Baca juga: 6 Macam Thawaf dalam Ibadah Haji dan Umroh, Begini Penjelasannya
Oleh karena itu, tidak heran jika umat
Islam dianjurkan meminumnya dengan penuh keyakinan, adab, dan niat yang baik
agar memperoleh keberkahan.
Semoga kita semua diberikan kesempatan untuk dapat mencicipi Air Zamzam serta meraih limpahan keberkahan maupun manfaat yang terkandung di dalamnya. Amin.