Lafaz Bacaan Talbiyah Sesuai yang Diajarkan Nabi
A Zaeini Misbaahuddin Asyuari
Penulis
Hakim
Editor
Jakarta, MUI Digital — Membaca talbiyah merupakan amalan sunnah bagi orang yang sedang berihram. Karena itu, selama masih berada dalam keadaan ihram, ia dianjurkan untuk sering dan memperbanyak melafazkannya.
Para ulama menganjurkan agar talbiyah dibaca dengan hati yang hadir, penuh dengan kekhusyukan, serta diiringi kesadaran bahwa perjalanan haji dan umroh adalah perjalanan menuju ampunan dan rahmat Allah.
Baca juga: Talbiyah dalam Haji dan Umroh, Apa Hukum Membacanya?
Pada dasarnya talbiyah yang paling utama
adalah lafaz yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW. Namun demikian, menambahkan
bacaan lain yang memiliki dasar riwayat, hukumnya dianggap baik. Begitu juga tambahan
yang tidak berasal dari riwayat tetap dibolehkan selama berisi doa dan pujian
yang baik.
Adapun bacaan talbiyah yang paling utama
sebagaimana diajarkan Nabi Muhammad SAW adalah sebagaimana berikut:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ،
لَبَّيْكَ لا شَرِيكَ لكَ لَبَّيْكَ، إنَّ الحَمْدَ والنِّعْمَةَ لكَ وَالمُلكَ،
لا شَرِيكَ لكَ
Artinya: “Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku memenuhi panggilan-Mu. Aku memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu.” (Sunan at-Tirmidzi [Beirut: ar-Risalah], vol. 2, h. 350)
Baca juga: Niat Ihram Haji dan Umroh Disertai Doa Lengkap dengan Artinya
Terkait bacaan talbiyah ini, para jamaah haji dan umroh diharapkan supaya tidak hanya melafazkannya dengan lisan, namun juga meresapi maknanya dalam hati. Lantaran, talbiyah adalah simbol ketundukan total seorang hamba yang menjawab panggilan Allah SWT. Wallāhu a‘lam bis ṣhawāb.