Ketika Seorang Filsuf Muslim Tersentuh Pendidikan Akhlak Ayahnya
Ibnu Mufti
Penulis
Hakim
Editor
Jakarta, MUI Digital — Islam adalah jalan hidup. Hidup bukan sekadar hidup, tapi hidup yang diarahkan untuk mencapai kesuksesan di kehidupan selanjutnya, yaitu di kampung akhirat. Dunia adalah tempat menanam. Sedang masa panennya adalah di kampung akhirat kelak.
Itulah yang seharusnya mendasari kehidupan
seorang muslim. Kehidupan yang dipandu oleh ajaran yang dibawa oleh Rasulullah.
Pendidikan yang dikehendaki Rasulullah bukan sekadar membuat seseorang cakap dari segi keilmuannya, tapi yang lebih penting adalah cakap dalam mencerminkan akhlak mulia dalam segala tingkah lakunya. Ajaran akhlak Rasulullah SAW inilah yang merasuk dalam jiwa ayah Muhammad Iqbal.
Baca juga: Umar Ibnu Khattab, Pribadi Hasil Tempaan Rasulullah SAW
Muhammad Iqbal adalah seorang filsuf muslim,
penyair, dan intelektual yang berasal dari Pakistan. Ia dididik oleh tangan seorang
sufi, yang bekerja keras demi agama dan kehidupan. Nasihat ayahnya menghunjam
ke dalam sanubarinya.
Dituturkan darinya, bahwa pada suatu
ketika, sewaktu melihat Muhammad Iqbal senang membaca Alquran, ayahnya berkata
kepadanya: “Bila kamu ingin memahami Alquran, bacalah seakan ia diturunkan
kepadamu”.
Ayahnya berusaha mendekatkan Muhammad Iqbal
sedekat mungkin dengan pegangan hidup utama seorang muslim, Alquran, kitab suci
yang mulia. Dalam Alquran itu bertebaran berbagai ajaran, pegangan tentang
bagaimana menjalani hidup.