Tingkatkan Kontribusi Ekonomi Syariah dalam Perekonomian Nasional, MUI akan Gelar Sarasehan
Admin
Penulis
Ketua MUI Bidang Ekonomi Syariah dan Halal, KH Sholahudin Al Aiyub mengatakan, kegiatan tersebut akan menghadirkan para pemimpin bangsa untuk berbicara mengenai perencanaan ekonomi syariah dan halal.
Ulama yang akrab disapa Kiai Aiyub ini menjelaskan, ekonomi dan keuangan syariah telah dicanangkan di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJN) 2025-2045.
Kiai Aiyub menerangkan, hal tersebut juga sudah diturunkan di dalam rencana pembangunan daerah-daerah. Menurut dia, secara perencanaan sudah cukup, tinggal bagaimana pelaksanaan dari rencana tersebut.
"Nah kita dari unsur masyarakat, mendorong supaya apa yang sudah direncanakan betul-betul bisa tercapai. Sehingga target pemerintah pertumbuhan ekonomi 8% di 5 tahun terakhir bisa tercapai," kata Kiai Aiyub kepada MUIDigital, Selasa (5/8/2025) di Kantor MUI, Menteng, Jakarta Pusat.
Kiai Aiyub mendorong agar ekonomi dan keuangan syariah mempunyai andil yang signifikan dalam pertumbuhan perekonomian nasional tersebut.
Kiai Aiyub mengatakan, kegiatan tersebut rencananya akan mengundang Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudi untuk menyampaikan terkait perencanaan ekonomi syariah di dalam naskah perencanaan nasional.
Kemudiaan, Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait kebijakan fiskal dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo terkait kebijakan makro ekonomi moneter di Indonesia serta Wakil Presiden ke-13 RI KH Ma'ruf Amin sebagai tokoh ekonomi syariah di Indonesia.
"Sebelum itu, akan ada sambutan Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar. Setelah acara itu dilakukan sarasehan literasi dan inklusi ekonomi dan keuangan syariah," ungkapnya.
(Sadam/Azhar)