Silaturahim ke MUI, Zakir Naik Punya Kesan Mendalam Tersendiri
Admin
PenulisJAKARTA, MUI.OR.ID — Cendekiawan Muslim internasional asal India, dr Zakir Abdul Karim Naik, kembali berkunjung ke kantor pusat MUI pada Jumat, (1/8/2025).
Kunjungan ini bagian dari rangkaian safari dakwahnya di Indonesia. Ini merupakan kunjungan kedua setelah sebelumnya hadir di tempat yang sama pada April 2017.
Kunjungan Zakir Naik ini diterima langsung oleh Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan menjadi momen penting dalam mempererat hubungan antara ulama dunia dengan institusi keulamaan Indonesia.
Dalam sambutannya, Zakir Naik menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya dapat kembali ke MUI setelah delapan tahun dua bulan sejak kunjungan pertamanya.
Dia menyebut MUI sebagai lembaga pertama yang dia kunjungi dalam safari dakwah perdananya di Indonesia pada 2017. “Kali ini, karena jadwal yang padat, kunjungan ke MUI menjadi yang terakhir sebelum saya kembali ke Malaysia. Alhamdulillah, ini merupakan kesempatan yang luar biasa untuk bisa kembali menyampaikan dakwah di Indonesia,” ujarnya.
Selama safari dakwah tahun ini, Dr. Zakir mengunjungi sejumlah kota di Pulau Jawa, seperti Solo, Malang, Bandung, dan Jakarta.
Dia juga sempat berdakwah di Labuan Bajo, Flores. Dalam setiap ceramahnya, Zakir Naik menekankan pentingnya posisi umat Islam sebagai khairah ummah (umat terbaik), sebagaimana disebut dalam Surat Ali Imran ayat 110:
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ
Artinya : “Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena) kamu menyuruh kepada yang makruf, mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS Ali Imran: 110)
Zakir menjelaskan bahwa ayat ini merupakan bentuk kemuliaan sekaligus amanah besar dari Allah SWT kepada umat Islam.
Dia menegaskan, tanpa melaksanakan tugas dakwah dan amar makruf nahi munkar, umat Islam tidak layak menyandang predikat khairah ummah.
“Ketika Allah memberikan kemuliaan kepada umat Islam, maka disertai pula tanggung jawab besar untuk menyampaikan risalah Islam kepada seluruh umat manusia. Tanpa itu, kita tidak layak disebut sebagai umat terbaik,” tegasnya.
Selain itu, dalam diskusi bersama pimpinan MUI, Zakir menekankan dua isu utama, yakni pentingnya membangun kekuatan umat melalui pelaksanaan amar makruf nahi munkar, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah.
Dia menyerukan agar umat Islam kembali merujuk kepada Alquran dan Sunnah dalam menghadapi berbagai persoalan internal. “Peganglah teguh tali Allah, dan jangan bercerai-berai,” pesan Zakir, mengutip ayat Alquran yang menyerukan persatuan umat.
Kedatangan Zakir disambut oleh sejumlah tokoh penting MUI, yakni Prof Dr Sudarnoto Abdul Hakim (Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional), Prof Dr Utang Ranuwijaya (Ketua MUI Bidang Pengembangan dan Pengkajian), KH M Cholil Nafi PhD, MA (Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, serta Duta Besar Bunyan Saptomo.
Hadir pula Prof Dr Amany Lubis (Ketua MUI Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga), serta dua Wasekjen MUI masing-masing KH Manan Abdul Ghani dan KH Arif Fahruddin. (Yanuardi Syukur/ Miftahul Jannah, ed: Nashih)