Seminar Ketahanan Keluarga MUI, Buya Amirsyah: Perkuat Keluarga dengan Dzikir
A FAHRUR ROZI
Penulis
Turut Hadir dalam Acara tersebut Ketua MUI Bidang PRK, Prof Amany Lubis, Ketua KPRK, Siti Ma’rifah, dan Sekretaris KPRK, Aryana Wahida.
Dalam ceramahnya, Buya Amirsyah mengingatkan untuk senantiasa berdzikir dalam menghadapi segala tekanan dalam keluarga. Ketahanan keluarga dapat dilihat melalui cara keluarga untuk beradaptasi di tengah berbagai kondisi yang bergerak secara dinamis.
“Kalau kita menghadapi tekanan/depresi kita zikir saja, dengan dzikrullah hati menjadi tenang. Ala bidzikrillah tathmainnul qulub, KPRK sebagai motor perlu mengingatkan keluarga-keluarga kita.” ungkapnya kegiatan bertema “Ketahanan Keluarga dalam Membangun Peradaban”.
Terkait ketahanan keluarga, Sekjen mengkhawatirkan kondisi saat ini di mana orang rentan terkena gangguan jiwa. Faktanya 1 dari 10 orang di Indonesia mengalami gangguan jiwa. Deteksi dini gangguan jiwa di Indonesia masih sangat lemah.
Menurutnya, hal ini karena kurangnya kemampuan untuk mendeteksi gangguan jiwa dari awal. Faktornya pun beragam. Boleh jadi ini disebabkan kekuatan iman kita tidak cukup untuk menolak tekanan yang terjadi di tengah keluarga dan Masyarakat, terlebih di tahun politik.
"(Saya ingatkan) caleg itu harus berpikir optimis, berpikir masa depan, jangan berpikir masa lalu apalagi masa bodoh, kalau gagal jadikan sebagai pengalaman yang berharga,” kata Buya Amirsyah.
Buya Amirsyah pun mengajak untuk terus menciptakan kebahagian-kebahagian di dalam keluarga, menurutnya kebahagiaan biasa diciptakan dengan kebersamaan dan tidak harus dengan materi.