Khutbah Jumat: Ibadah Qurban dan Kepedulian Sosial
Oleh: Admin
Editor: Admin
Oleh: Syarif Hidayatullah, SHI, C.LQ, Ketua Komisi Infokom MUI Kota Tangerang
Khutbah
I
الَسَّلامُ
عَليْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُه
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا
بِالتَّضْحِيَّةِ. وَبَلَّغَنَا إِلَى
شَهْرِ ذِي الْحِجَّةِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ ذُوْ رَحْمَةٍ
وَاسِعَةٍ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
الَّذِيْ تُرْجَى مِنْهُ الشَّفَاعَةُ.
أَللّٰهُمَّ
صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِنِالنَّبِيِّ الرَّحْمَةِ،
وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ ذَوِي الْعُقُوْلِ السَّلِيْمَةِ، صَلَاةً
وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.
أَمَّا بَعْدُ:
فَيَا عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللّٰهِ الْمَنَّانِ، اَلْقَائِلِ
فِيْ الْقُرْآنِ: إِنَّاأَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ
Ma’asyiral Muslimin Jamaah Jumat
Rahimakumullah,
Syukur, alhamdulillah, pada kesempatan hari
ini kita tengah berada di bulan Dzulhijjah yang termasuk asyhurul hurum
atau bulan-bulan yang dihormati. Bulan istimewa karena dua ibadah agung
dilaksanakan pada bulan ini yang jatuh di penghujung tahun Hijriah, yaitu
ibadah haji dan ibadah qurban.
Kedua ibadah tersebut disebut oleh Alquran
sebagai salah satu syiar Allah SWT yang harus dihormati dan diagungkan oleh
hamba-hamba-Nya. Dan mengagungkan syiar-syiar Allah merupakan pertanda dan
bukti akan ketakwaan seseorang, seperti yang ditegaskan dalam firman-Nya
:
ذٰلِكَ وَمَنْ
يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللّٰهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ
“Demikianlah
(perintah Allah). Dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka
sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.” (QS. Al-Hajj: 32)
Ma’asyiral Muslimin Jamaah Jumat
Rahimakumullah,
Semua itu sebagai wujud
syukur kita kepada Allah SWT atas segala nikmat yang tak terhingga yang
dianugerahkan kepada kita; baik nikmat sehat wal afiyat, nikmat panjang umur,
nikmat istiqamah dalam beribadah kepada Allah, dan nikmat berpegang kepada sunnah-sunnah
Rasul-Nya.
Begitu juga nikmat
yang terbesar, yang Allah berikan kepada kita yaitu nikmat iman dan Islam. Dengan adanya nikmat iman dan Islam, sekecil atau sedikit apa pun yang
kita lakukan dalam bentuk kebaikan dan ketaatan akan berarti di sisi Allah.
Namun sebaliknya,
tanpa adanya nikmat iman dan Islam yang Allah karuniakan, sebanyak dan sebesar
apa pun kebaikan yang kita lakukan, maka semua itu tidak akan bernilai di sisi-Nya.
Allah SWT berfirman:
فَمَنْ
يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَا كُفْرَانَ لِسَعْيِهِ وَإِنَّا
لَهُ كَاتِبُونَ
“Maka barang siapa yang mengerjakan amal
saleh, sedang ia beriman, maka tidak ada pengingkaran terhadap amalannya itu
dan sesungguhnya Kami menuliskan amalannya itu untuknya.” (QS. Al-Anbiya:
94)
Oleh karena itu,
marilah bersama-sama kita berusaha dan berupaya untuk terus meningkatkan
kualitas keimanan dan ketakwaan. Begitu juga kita tingkatkan kualitas pemahaman
ilmu agama kita, agar ibadah kita
mendapatkan predikat ibadah yang sah, yakni ibadah yang terpenuhi syarat dan
rukunnya yang diterima Allah SWT, sebagaimana perkataan Ibnu Ruslan dalam kitab
Zubad-nya:
فَكُلُّ مَنْ
بِغَيْرِ عِلْمٍ يَعْمَلُ # أَعْمَالُهُ مَرْدُوْدَةٌ لَا تُقْبَلُ
“Maka
setiap orang yang beribadah tanpa berlandaskan ilmu, ibadahnya akan tertolak,
tidak akan diterima.”
Dengan ketakwaan
dan amal shaleh yang kita lakukan, maka Allah akan senantiasa membersamai kita
dalam bentuk pertolongan dan bantuan-Nya, dan jelas hal ini Allah nyatakan
dalam firman-Nya:
إِنَّ اللّٰهَ
مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ
“Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang
berbuat kebaikan.” (QS. An-Nahl:
128)
Ma’asyiral Muslimin Jamaah Jumat
Rahimakumullah,
Ibadah qurban mengajarkan kepada kita nilai
pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial. Ibadah qurban bukan sekadar
menyembelih hewan, tetapi juga menyembelih sifat egois dan menumbuhkan rasa
cinta kepada sesama.
Allah Ta’ala berfirman:
فَصَلِّ
لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu
dan berqurbanlah.” (QS. Al-Kautsar: 2)
Dan Allah juga berfirman:
لَنْ يَنَالَ
اللّٰهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ
“Daging dan darah hewan qurban itu tidak
akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan
kalian.” (QS. Al-Hajj: 37)
Ma’asyiral Muslimin Jamaah Jumat
Rahimakumullah,
Qurban adalah ibadah yang memiliki dimensi
sosial yang sangat besar. Melalui qurban, kaum fakir, dhuafa, dan masyarakat
kecil dapat merasakan kebahagiaan di hari raya.
Diriwayatkan dari Sayyidah Aisyah radhiyallahu
‘anha, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
مَا عَمِلَ
ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلًا أَحَبَّ إِلَى اللّٰهِ مِنْ إِهْرَاقِ
الدَّمِ
“Tidak ada amalan yang dilakukan anak
Adam pada Hari Nahr yang lebih dicintai Allah daripada mengalirkan darah
(menyembelih hewan qurban).” (HR Tirmidzi)
Imam an-Nawawi rahimahullah
menjelaskan dalam kitab Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab tentang hikmah
qurban, sebagai berikut:
وَالْمَقْصُودُ
مِنَ الْأُضْحِيَّةِ التَّقَرُّبُ إِلَى اللّٰهِ تَعَالَى وَإِحْيَاءُ سُنَّةِ
إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ وَالتَّوْسِعَةُ عَلَى الْعِيَالِ
وَالْفُقَرَاءِ
“Tujuan
ibadah qurban adalah mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala, menghidupkan sunnah
Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam, dan memberi kelapangan kepada keluarga serta
orang-orang fakir.”
Maka, orang yang berqurban sejatinya sedang
membangun solidaritas sosial, mempererat ukhuwah, dan membantu sesama.
Demikian pula Dr
Hisyam al-Kamil Hamid di dalam kitab karya beliau, Is’ad al-Bariyyah fi
Ahkaam al-Udhhiyyah menyatakan ada beberapa hikmah dalam ibadah qurban, sebagai
berikut:
1. Ibadah qurban
adalah ibadah dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah yang
bersifat ta’abbudiyyah, yakni sami’na wa atho’na pada perintah
Allah
2. Sebagai bentuk
syukur kepada Allah atas nikmat yang telah diberikan
3. Memberikan
kelapangan kepada keluarga, sahabat, dan faqir-miskin
4. Kemenangan
dengan mendapat pahala dan ampunan dosa
5. Penguatan
ikatan persaudaraan antarsesama muslim, dan tertanam ruh saling membantu dan saling
mencintai
6. Menghidupkan
makna dan semangat qurban yang telah dicontohkan oleh Nabi Ibrahim
7. Menghidupkan
sunnah Nabi Ibrahim sebagai orang pertama yang berqurban sebagai bentuk taqarrub
(mendekatkan diri) kepada Allah
8. Sebagai ujian
dari Allah kepada hamba-Nya, yang mana nafsu ini lebih cenderung menumpuk harta,
sedangkan ibadah qurban harus mengeluarkan harta
9. Mengajarkan
kita berpegang pada waktu yang dimuliakan, sebagaimana ibadah qurban.
Ma’asyiral Muslimin Jamaah Jumat
Rahimakumullah,
Demikianlah khutbah Jumat singkat perihal ibadah qurban yang tidak bisa dilepaskan dari wujud kepedulian sosial.
Semoga apa yang khatib sampaikan ini menjadi
khutbah yang membawa berkah dan bermanfaat bagi kita semua. Amin ya Rabbal ‘alamin.
بَارَكَ اللّٰهُ
لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا
فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللّٰهُ مِنَّا
وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.
أَقُوْلُ
قَوْلِيْ هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَآئِرِ
الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ،
إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah II
اَلْحَمْدُ
لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا
إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا
مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
أَمَّا بَعْدُ،
فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ
الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ،
أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ
ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ
ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا.
اَللّٰهُمَّ
صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا
صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ
وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا
بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ،
فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللّٰهُمَّ
اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ
وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ
وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا
وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ
عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَٰنِ وَإِيتَآيِٕ ذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَيَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِ وَٱلۡبَغۡيِۚ يَعِظُكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ، فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.