Rangkaian Milad Emas, MUI Gandeng Rumah Sakit Islam Jakarta Gelar Pengobatan Massal Gratis
Admin
Penulis
JAKARTA, MUI.OR.ID--Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggandeng Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih menggelar pengobatan massal gratis. Kegiatan ini sebagai rangkaian Milad Emas ke-50 MUI.
Sekretaris Lembaga Kesehatan MUI dr Budi Mohamad Arief mengatakan kegiatan ini digelar sebagai wujud kesungguhan MUI untuk peduli terhadap kesehatan masyarakat.
Menurut dokter Budi, MUI tidak hanya memberikan perhatian kepada masyarakat berkaitan dengan religi, termasuk fatwa, tetapi juga memberikan perhatian kepada kesehatan masyarakat.
"Kegiatan ini merupakan yang kedua kali kerja sama MUI dengan Rumah Sakit Islam Cempaka Putih yang pernah dilaksanakan tahun lalu ketika Milad ke-49 MUI," kata dokter Budi dalam acara pengobatan massal gratis di Wisma Khadimul Ummah MUI, Matraman, Jakarta Timur, Senin (21/7/2025).
Pada milad tahun lalu, lanjutnya, MUI bersama RSIJ melaksanakan program pengobatan massal gratis sekaligus khitanan massal. Namun, tahun ini program pengobatan massal dan khitanan massal dilaksanakan secara terpisah.
Dokter Budi menjelaskan, program khitanan massal telah dilaksanakan oleh MUI pada 20 Juli 2025 bersama Rumah Sakit Sari Asih Ciputat, Tangerang Selatan.
Dokter Budi menyampaikan terimakasih kepada Rumah Sakit Islam Jakarta dan Rumah Sakit Sari Asih atas kerja samanya dalam program pengobatan massal dan khitanan massal gratis kepada masyarakat sebagai rangkaian perayaan Milad ke-50 MUI.
Dia berharap, kedua rumah sakit tersebut maupun rumah sakit lainnya dapat bekerja sama dengan MUI dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Sementara itu, Wakil Ketua Lembaga Kesehatan MUI, dr Bayu Wahyudi, mengatakan sebanyak 99 masyarakat mengikuti program pengobatan massal gratis MUI.
Dokter Bayu mengungkapkan, masyarakat yang datang mengeluhkan nyeri lambung, sendi, darah tinggi dan beberapa penyakit lainnya, seperti flu dan pilek.
"Alhamdulillah dalam Milad ke-50 ini kita bisa mewujudkan harapan yang diinginkan masyarakat. Mudah-mudahan keberadaan MUI dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat Indonesia," ujarnya.
(Sadam ed: Muhammad Fakhruddin)