Ketua MUI: Hasil Pemantauan Syiar Ramadhan Makin Baik, Pelanggaran Siaran Menurun
Admin
Penulis
"Alhamdulillah, hasil pemantauan tahun ini cukup bagus dan optimistik, pelanggaran dalam siaran Ramadhan semakin berkurang. Kalaupun masih ada, jumlahnya semakin kecil," ujar Kiai Masduki kepada MUI Digital di Kantor MUI Pusat pada Selasa (25/3/2025).
Menurutnya, produser dan lembaga penyiaran televisi semakin memiliki kesadaran untuk bekerja sama dengan KPI dan MUI dalam menjaga kualitas tayangan.
Sebagai contoh, ia mengungkapkan bahwa SCTV datang ke MUI untuk mendiskusikan adanya pelanggaran dalam salah satu program mereka. Setelah mendapat teguran, pihak SCTV mengakui kesalahan dan berkomitmen untuk memperbaiki tayangan di masa mendatang.
Lebih lanjut, Kiai Masduki menekankan bahwa frekuensi siaran adalah milik publik yang harus digunakan dengan bertanggung jawab. Dalam dunia industri televisi yang penuh persaingan, terkadang ada kecenderungan untuk mengabaikan etika dan nilai moral.
Kiai Masduki menyampaikan, MUI bersama KPI terus mengontrol tayangan Ramadan agar tidak melanggar norma yang berlaku. Pemantauan ini dilakukan secara sampling selama bulan Ramadhan dan hasilnya akan menjadi dasar dalam pemberian penghargaan kepada program siaran terbaik setelah Idul fitri.
"Ini berbasis penghargaan, bukan hukuman. Kami ingin mendorong program Syiar Ramadan agar semakin baik setiap tahunnya," jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa program siaran yang direkam lebih cenderung berkualitas dibandingkan siaran langsung (live), karena lebih terencana dan minim pelanggaran.
Selain itu, televisi daerah, termasuk TV komunitas, juga menunjukkan perkembangan yang baik dalam menayangkan program Syiar Ramadan, sehingga mereka juga akan mendapatkan apresiasi dari MUI dan KPI.
Dengan adanya pemantauan ini, diharapkan kedepan kualitas tayangan Ramadhan semakin meningkat dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. (Fitri Aulia Lestari/Azhar)