Ketua Komisi Infokom MUI: Konten Keislaman di MUIDigital Terbukti Jadi Sumber Rujukan Umat
Admin
Penulis
JAKARTA, MUI.OR.ID--Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi (Infokom) MUI, KH Mabroer MS, menyatakan bahwa konten keislaman di MUIDigital telah terbukti menjadi sumber rujukan umat Islam di Indonesia.
Kiai Mabroer, begitu akrab disapa, mengungkapkan bahwa hal ini didasari oleh data yang dihimpun oleh tim ahli IT yang menunjukkan konten-konten keislaman yang diproduksi oleh redaksi MUIDigital pembacanya sangat tinggi.
"Sejak awal kepengurusan Komisi Infokom MUI 2020-2025 memberikan arahan agar proporsionalitas kontennya berisi konten keislaman yang bersifat timeless. Karena itu menjadi rujukan umat dari MUI. Terbukti dari data pembacanya sangat tinggi," kata Kiai Mabroer saat memberikan arahan rapat Redaksi MUIDigital, Senin (10/3/2025) di Kantor MUI, Menteng, Jakarta Pusat.
Kiai Mabroer menambahkan, sejak awal proporsionalitas konten keislaman di MUIDigital perlu menyentuh angka 70 persen dibandingkan dengan konten yang lainnya.
Kiai Mabroer menerangkan, konten keislaman di MUIDigital diisi oleh narasumber dari para ulama MUI yang sangat otoritatif untuk menjawab setiap persoalan umat, karena merupakan ahlinya di bidang keagamaan.
Selain itu, kata dia, redaksi MUIDigital juga diisi oleh para jurnalis yang memiliki latar belakang pendidikan keagamaan dari kampus Islam ternama, baik di Indonesia maupun luar negeri, seperti UIN Jakarta hingga Universitas Al Azhar Mesir.
"Jangan sampai informasi keagamaan dikuasai oleh chanel (media) lain. Kita kaya narasumber dan sumber daya manusia di redaksi MUIDigital yang background ilmu agamanya sangat mumpuni. Karena lulusan kampus Islam ternama baik di Indonesia maupun luar negeri," ungkapnya.
Kiai Mabroer menerangkan, sumber penyebaran informasi keagamaan banyak dilakukan di media sosial yang sangat berpengaruh. Namun, dia melihat bahwa penyebaran tersebut seringkali disampaikan oleh yang bukan ahlinya.
"Kaya bukan dokter, tetapi mendiagnosis penyakit. Kita harus jadi semacam Halodoc, begitu ditanya oleh umat dari mesin pencarian google terkait berbagai persoalan keagamaan, amalan, dan sebagainya, yang keluar jawabannya dari media dan ahli agama MUI," terangnya.
Kiai Mabroer menyatakan, Komisi Infokom MUI memberikan otoritas penuh terhadap produksi konten keislaman oleh redaksi MUIDigital.
Dia menjelaskan, otoritas tersebut diberikan karena redaksi MUIDigital diisi oleh para jurnalis berpengalaman dan ahli dalam agama sehingga, Komisi Infokom MUI hanya memberikan rambu-rambu besarnya saja.
(Sadam ed: Fakhruddin)