Kegiatan Standardisasi Da’i MUI ke-26, Para Mubaligh Diajak Tingkatkan Keilmuan Islam Wasathiyah
Junaidi
Penulis
JAKARTA, MUI.OR.ID - Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat mengajak para mubaligh melalui kegiatan Standardisasi Da’i MUI untuk meningkatkan wawasan keilmuan dan pemahaman Islam Wasathiyah.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis mendorong para da’i miliki wawasan keilmuan yang komprehensif. Sebab, da’i merupakan seorang agen of change.
“Da’i tidak cukup menguasai ilmu keislaman saja, tetapi juga perlu memiliki wawasan ilmu yang lain. Misalnya nasionalisme, ilmu internasional, dan bisa juga terkait dengan ilmu alam seperti perubahan iklim, ” katanya di hadapan peserta Standardisasi Da’i MUI ke-26, Senin (30/10/2023).
Peningkatan wawasan bagi seorang da’i menjadi kebutuhan penting. Hal ini melihat kondisi sosial masyarakat yang terus berkembang dan berubah. Jadi, upaya tersebut merupakan strategi dalam berdakwah.
Berkenaan dengan strategi dakwah, Kiai Cholil menyoroti agar para da’i mengisi ruang dunia maya sebagai ladang dakwah. Upgrade metode dakwah bisa dilakukan salah satunya melalui media sosial.
“Hari ini, apabila seorang da’i tidak memiliki medsos, maka dakwahnya akan sulit menjangkau masyarakat yang lebih luas. Perkembangan teknologi jadi tantangan sekaligus peluang bagi da’i dalam berdakwah,” jelas Kiai Cholil.
Dalam forum yang sama, Ketua MUI Bidang Ekonomi Syariah dan Halal KH Sholahuddin Al Aiyub menyampaikan pemahaman tentang Islam Wasathiyah dalam kegiatan tersebut.