Gandeng Tiga Kementerian, Inkopontren Tingkatkan Kualitas SDM dan Inkubasi Bisnis Pesantren
Sadam Al Ghifari
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital— Induk Koperasi Pondok Pesantren (Inkopontren) menggandeng tiga kementerian untuk peningkatan kapasitas (upscaling) Sumber Daya Manusia (SDM) serta inkubasi bisnis di lingkungan pesantren.
Ketiga kementerian tersebut yaitu Kementerian Koperasi (Kemenkop), Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), dan Kementerian UMKM.
Wakil Ketua Umum Inkopontren, KH Suharisto, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari cetak biru gerakan Indonesia Santripreneur.
Sinergi tiga instansi negara tersebut sengaja dirancang agar proses transformasi ekonomi pesantren berjalan berkesinambungan dari hulu hingga hilir.
"Desain kita memang sengaja melibatkan tiga kementerian ini untuk memastikan penyelarasan program yang sedang kita usung,” ujar Kiai Suharisto dalam acara Rakernas Inkopontren di Gedung Smesco Indonesia, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2026).
Ujungnya, kata dia, adalah peningkatan kapasitas SDM, inkubasi bisnis yang matang, dan bermuara pada kesiapan digital marketing.
Baca juga: 'Aku Cinta Indonesia' Kesan Petugas Bandara Jeddah Asal Pakistan Atas Kedermawanan Jamaah Haji
Di sektor hulu, kerja sama dengan Kemenaker difokuskan pada program pelatihan vokasi yang konkret untuk para santri. Pelatihan ini mencakup berbagai keahlian teknis mulai dari mekanik, administrasi, hingga kemampuan tata kelola usaha.
Tujuannya agar SDM di lingkungan pesantren tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki kapasitas yang bankable (memenuhi syarat perbankan) dan siap mengelola unit usaha secara profesional.
Sementara itu, Kementerian Koperasi hadir untuk memberikan penguatan kelembagaan dan stimulus finansial.
Melalui instrumen penomoran atau dukungan seperti Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), Kemenkop membantu menginduk serta membuka akses ke jaringan bank-bank syariah. Stimulus ini krusial untuk mengawal tahap inkubasi bisnis di tingkat bawah.
Baca juga: Buka Rakernas Inkopontren, Kiai Marsudi Ajak Ubah Paragdima Lama Beralih Menjadi ‘Bos Besar’
Melengkapi ekosistem tersebut, Kementerian UMKM berperan nyata dalam mengakselerasi strategi pemasaran serta memperluas jangkauan produk-produk yang dihasilkan oleh jaringan pesantren.
Kiai Suharisto menambahkan, sasaran akhir (goal) dari seluruh rangkaian upscaling SDM dan inkubasi bisnis ini adalah penguasaan pasar digital secara mandiri.
Dengan modal basis data yang mencapai hampir 12 juta santri di seluruh Indonesia, Inkopontren memiliki big size market yang sangat potensial.
Untuk mewadahinya, kata dia, Inkopontren sedang menyiapkan platform digital marketing dan ekosistem blockchain sendiri.
Dia menyebut, patform ini dirancang agar komunitas santri tidak hanya memosisikan diri sebagai konsumen (user) atau penerima manfaat, melainkan juga bertindak sebagai kreator dan pemilik sirkulasi produk itu sendiri.
Kendati memiliki target digitalisasi yang modern, Inkopontren menegaskan pentingnya penguatan internal terlebih dahulu sebelum melangkah terlalu jauh ke pasar eksternal atau ekspor.
Dia mengingatkan, modernitas digitalisasi itu penting, tapi prasyaratnya kita harus punya potensi, kualitas, dan kontinuitas produk terlebih dahulu di internal.
“Jangan sampai kita melangkah ke eksplorasi luar jika kesinambungan di dalam ekosistem sendiri belum selesai. Inti dari kemandirian ekonomi keumatan ini adalah kekuatan produk halal yang berkelanjutan," kata dia.