Lewati ke konten utama
Senin, 28 September 2026 / 16 Rabiul Akhir 1448 H
Jadwal memuat...
Damiri
Jamaah haji asal Tegal, Damiri (66). Foto: MCH
Berita

Senyum Damiri Tetap Lebar, Meski Kehilangan Jempol Kaki saat Jalani Haji di Tanah Suci

Senyum Damiri Tetap Lebar, Meski Kehilangan Jempol Kaki saat Jalani Haji di Tanah Suci

/ 3 Dzulhijjah 1447 H 2 menit baca 84.981 dibaca

Laporan jurnalis MUI Digital, dari Makkah, Arab Saudi

Makkah, MUI Digital — “Sedih ya enggak. Malah senang,” ujar jamaah haji asal Tegal, Damiri (66) sambil tersenyum saat ditemui di hotel jamaah lansia sektor 2 Makkah.

Di saat persiapan puncak haji, dia tetap tersenyum meski harus menjalani amputasi jempol kaki kiri saat berada di Tanah Suci.

Di tengah proses pemulihan di Makkah, dia bersyukur masih dapat melanjutkan rangkaian ibadah haji bersama istrinya.

 Damiri yang sehari-hari bekerja sebagai petani mengaku awalnya tidak menyangka kondisi kakinya akan berujung operasi.

Gangguan kesehatan mulai dirasakan setelah tiba di Madinah, ketika kakinya mengalami pembengkakan. Ia yang memiliki riwayat diabetes dan asam urat sempat mengira kondisi tersebut hanya kelelahan akibat aktivitas ibadah.

Namun setelah menjalani umrah wajib di Makkah, rasa sakit semakin parah. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan kadar gula darah Damiri mencapai sekitar 500 mg/dL.

Kondisi luka di kaki kirinya kemudian menghitam sehingga dokter memutuskan melakukan amputasi jempol kaki guna mencegah infeksi meluas. “Kalau sudah hitam begitu ya harus dibersihkan,” katanya.

Damiri menjalani operasi di Rumah Sakit King Abdul Aziz, Makkah. Seluruh biaya pengobatan ditanggung pemerintah Arab Saudi.

Meski harus kehilangan jempol kaki, Damiri tetap bersyukur karena operasi dilakukan setelah dirinya menyelesaikan umrah wajib. “Untungnya sesudah umrah wajib,” ujarnya.

Selama masa pemulihan, Damiri menempati kamar khusus lansia yang dilengkapi fasilitas pendukung bagi jamaah lanjut usia dan disabilitas.

Di area kamar mandi hingga sisi tempat tidur tersedia pegangan besi untuk membantu mobilitas. “Terbantu ya,” katanya.

Kini Damiri mulai kembali berjalan perlahan tanpa terlalu bergantung pada kursi roda. Ia juga rutin mengikuti salat berjamaah bersama jamaah lansia lainnya di area lobi hotel.

Petugas sektor 2 Daker Makkah menyebut layanan tersebut merupakan bagian dari penguatan program haji ramah lansia dan disabilitas pada musim haji 1447 H/2026.

Damiri pun mengingatkan jamaah lain yang memiliki penyakit penyerta agar tidak menunda pemeriksaan kesehatan selama berada di Tanah Suci. “Kalau ada gejala langsung periksa. Jangan ditunda,” katanya.

BAGIKAN: