Lewati ke konten utama
Senin, 24 Agustus 2026 / 11 Rabiul Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Makhsun Kayuh Sepeda 1.000 KM Lebih dari Lampung Menuju Jombang untuk Hadiri Muktamar NU

2 menit baca 108 dibaca
Banser
Makhsun Arif Hidayat (56), seorang kader senior Barisan Ansor Serbaguna (Banser) asal Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan mengasuh sepeda dari Lampung, menuju Jombang. Foto: Istimewa
Bagikan:

Jakarta, MUI Digital— Kecintaan dan rasa syukur mendorong Makhsun Arif Hidayat (56), seorang kader senior Barisan Ansor Serbaguna (Banser) asal Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, melakukan aksi luar biasa.

Pria yang akrab disapa Ndan Arif ini rela mengayuh sepeda selama 14 hari melintasi ribuan kilometer menyeberangi Pulau Sumatera hingga Jawa demi menghadiri Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur.

Perjalanan fisik dan mental tersebut telah dipersiapkannya sejak lima bulan sebelum Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, resmi ditetapkan sebagai lokasi Muktamar ke-35 NU. 

Bagi Ndan Arif, aksi gowes lintas pulau ini merupakan bentuk pengabdian serta wujud rasa syukur atas nikmat kesehatan dan kekuatan yang dimilikinya.

Di sepanjang perjalanan, pria kelahiran Majenang, Kabupaten Cilacap ini tak pernah merasa sendiri. Sambutan hangat mengalir dari jajaran pengurus dan kader NU di pelbagai daerah transit, mulai dari PWNU, PCNU, hingga MWC NU.

Saat melintasi Lampung, Ndan Arif mendapat pengawalan langsung dari kader PW GP Ansor setempat, sebelum akhirnya disambut dan dilepas langsung oleh Ketua Umum PP GP Ansor Addin Jauharudin di Jakarta.

Baca juga: Ziarah Makam Gus Dur Dibuka 24 Jam Selama Pelaksanaan Muktamar NU

"Ketika sahabat-sahabat Ansor dan Banser menyambut di jalan, saya merasa seperti mendapat tambahan tenaga. Padahal secara fisik tentu sudah capek," tutur Ndan Arif, dikutip dari laman resmi Muktamar, Senin (24/8/2026).

Setelah menempuh ribuan kilometer, Ndan Arif akhirnya menginjakkan kaki di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas pada Rabu (19/8/2026). Kedatangannya disambut langsung oleh Gus Ahmad Silahuddin Asya'ari (Gus Adi) dan Gus Heru, cucu pendiri NU KH Abdul Wahab Chasbullah bersama puluhan kader Banser setempat.

Rasa haru tak mampu dibendung Ndan Arif saat mengenang sosok pahlawan nasional KH Abdul Wahab Chasbullah atau Mbah Wahab. Melalui perjalanan panjang ini, ia berharap Muktamar ke-35 NU dapat berlangsung sejuk, damai, dan melahirkan kepemimpinan PBNU yang mampu mengayomi Nahdliyin hingga ke akar rumput.