Lewati ke konten utama
Senin, 24 Agustus 2026 / 11 Rabiul Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Penghimpunan ZIS BAZNAS Capai 27,8 Triliun, Rizaludin Kurniawan Beberkan Strategi dan Tantangan

3 menit baca 157 dibaca
IMG_8602
Bagikan:

JAKARTA, MUI Digital -- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mencatat penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara nasional mencapai Rp27,8 triliun dari target Rp66 triliun pada 2026. Capaian tersebut setara dengan 42,2 persen dari target.

Pimpinan BAZNAS Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan mengatakan capaian tersebut terdiri atas penghimpunan yang tercatat dalam neraca sebesar Rp6,6 triliun dan di luar neraca sebesar Rp21,2 triliun.

Sementara itu, untuk BAZNAS RI tingkat pusat, target penghimpunan ZIS tahun ini ditetapkan sebesar Rp1,4 triliun. Hingga saat ini, realisasi penghimpunan telah mencapai Rp822 miliar atau sekitar 58,7 persen.

Rizaludin mengungkapkan, salah satu tantangan terbesar dalam meningkatkan penghimpunan ZIS adalah masih banyaknya masyarakat yang belum mengenal layanan ZIS BAZNAS, termasuk program-program yang dinilai memiliki dampak besar dalam upaya pengentasan kemiskinan.

Menurutnya, menunaikan ZIS melalui BAZNAS memungkinkan manfaat yang diterima masyarakat menjadi lebih luas dibandingkan apabila ZIS disalurkan secara individual.

“Misalnya pada program pemberdayaan berupa modal usaha yang nilainya per orang bisa mencapai Rp10 juta hingga Rp20 juta,” kata Rizaludin.

Dengan dukungan modal usaha tersebut, lanjut dia, dampak program tidak hanya dirasakan oleh penerima secara individu, tetapi juga dapat dirasakan oleh anggota keluarganya.

Sepanjang semester pertama 2026, Rizaludin menyebut akumulasi penerima manfaat program BAZNAS telah mencapai 986.638 jiwa.

Untuk memudahkan masyarakat menunaikan zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS menyediakan berbagai kanal pembayaran. Di antaranya melalui transfer rekening, layanan jemput zakat, e-commerce, maupun laman resmi BAZNAS.

Dari sisi komposisi penghimpunan, Rizaludin menyebut zakat mal dan infak-sedekah menjadi bagian yang paling menantang untuk dikejar.

Selain itu, BAZNAS juga terus mengoptimalkan peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Saat ini terdapat sekitar 180 UPZ di tingkat pusat, dengan sekitar 80 persen di antaranya telah melakukan penyetoran.

Namun, menurut Rizaludin, potensi pembentukan UPZ baru masih cukup besar, baik di lingkungan BUMN maupun perusahaan swasta nasional dan internasional yang memiliki karyawan Muslim.

“Kendalanya banyak pimpinan perusahaan yang belum mau memfasilitasi karyawannya untuk membayar ZIS di kantornya karena masih memandang itu urusan pribadi masing-masing,” ujarnya.

*Sasar Generasi Muda*

Rizaludin mengatakan, tantangan lain yang perlu dihadapi BAZNAS adalah menjangkau generasi muda dan muzaki yang terbiasa menggunakan layanan digital.

Menurutnya, BAZNAS perlu membuat generasi muda mengetahui, tertarik, dan bersedia menunaikan ZIS melalui lembaga formal.

Karena itu, edukasi mengenai manfaat dan dampak pembayaran ZIS melalui BAZNAS terus dilakukan. Di saat yang sama, kemudahan pembayaran juga menjadi perhatian agar masyarakat dapat menunaikan ZIS melalui perangkat digital yang mereka gunakan sehari-hari.

“BAZNAS kerja sama dengan ratusan mitra digital, baik e-commerce, crowdfunding, mobile banking, dan aplikasi-aplikasi digital lainnya agar anak-anak muda lebih mudah menunaikan ZIS atau donasinya,” tutur Rizaludin.

Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi BAZNAS untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan ZIS sekaligus mendorong peningkatan penghimpunan guna mencapai target yang telah ditetapkan pada 2026.