Lewati ke konten utama
Senin, 24 Agustus 2026 / 11 Rabiul Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Ziarah Makam Gus Dur Dibuka 24 Jam Selama Pelaksanaan Muktamar NU

2 menit baca 68 dibaca
Ziarah Makam Gus Dur Resmi Dibuka 24 Jam
Kompleks Makam KH Hasyim Asy’ari dan Gus Dur, di Tebuireng, Jombang. Foto: Istimewa
Bagikan:

Jakarta, MUI Digital— Pondok Pesantren Tebuireng mengambil kebijakan khusus terkait dengan ziarah ke makam Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta pendiri NU KH Hasyim Asy’ari. Pengelola pesantren secara resmi membuka akses ziarah selama 24 jam penuh.

Hal ini didilakukan menyambut perhelatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dipusatkan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur pada 27–31 Agustus 2026, 

Kebijakan ini diambil untuk menghormati dan memfasilitasi para peserta, peninjau, serta tamu muktamar (muktamirin) yang datang dari berbagai pelosok Tanah Air. 

Pada hari-hari biasa, Pesantren Tebuireng memberlakukan pembatasan jam ziarah, yakni sesi pagi pukul 08.00–15.00 WIB dan sesi malam pukul 20.00–02.00 WIB. Namun, khusus selama gelaran muktamar berlangsung, seluruh jadwal pembatasan tersebut ditiadakan.

Baca juga: Kiai Cholil Sebut Muktamar ke-35 Momentum Perkuat Ukhuwah Abad Kedua NU

Mudir V Bidang Pendidikan Formal Pesantren Tebuireng, KH Achmad Roziqi, menjelaskan kebijakan ini merupakan bentuk kontribusi dan rasa hormat pesantren kepada para nahdliyin yang ingin bertawasul di makam para muassis (pendiri) NU.

"Kami membuka akses makam Pesantren Tebuireng secara penuh, karena kami hendak menghormati para muktamirin yang hendak berziarah ke Tebuireng. Selama muktamar nanti ziarah akan dibuka 24 jam. Tidak ada waktu yang dilarang untuk berziarah," ujar Kiai Roziqi, dikutip dari keterangan resmi, pada Senin (24/8/2026).

Keputusan ini juga dilandasi oleh prediksi lonjakan besar peziarah dari berbagai daerah. Pengalaman pada gelaran besar NU sebelumnya, seperti Peringatan 1 Abad NU di Sidoarjo, menunjukkan peningkatan tajam arus peziarah yang datang ke Tebuireng.

Baca juga: Kiai Sepuh Berkumpul di PBNU Sampaikan 7 Seruan, Ajak Wujudkan Muktamar Bermartabat

Guna menjaga ketertiban, keamanan, dan kondusivitas di lingkungan pesantren, pihak pengelola telah menyiapkan skema rekayasa alur peziarah. Para peziarah nantinya akan diarahkan masuk melalui pintu belakang kawasan pesantren.

Selain itu, Pesantren Tebuireng menerjunkan tim keamanan yang berjaga secara bergantian selama 24 jam nonstop.

Langkah penataan alur dan pengamanan ketat ini disiapkan agar tingginya antusiasme peziarah dari berbagai wilayah Indonesia tidak mengganggu kegiatan belajar dan mengaji para santri yang tetap berjalan di dalam kompleks pesantren.