Menata Ulang Perilaku Kita Terhadap Alam, Refleksi Atas Musibah Banjir
Oleh: Dr Agus Hermanto, Pengurus Komisi Penelitian MUI Lampung
Jakarta, MUI Digital- Selain air memiliki manfaat, dalam beberapa fenomena alam juga terjadi bencana alam yang disebabkan air, hal tersebut mencerminkan karean kurangnya bersyukur manusia atas segala anugrah Tuhan yang Mahakuasa, sehingga manusia sombong dan melakukan kerusakan dengan berbagai cara dalam pemanfaataan air. Allah SWT, berfirman dalam Alquran surat al-Anam ayat 6 sebagaimana berikut:
اَلَمْ يَرَوْا كَمْ اَهْلَكْنَا مِنْ قَبْلِهِمْ مِّنْ قَرْنٍ مَّكَّنّٰهُمْ فِى الْاَرْضِ مَا لَمْ نُمَكِّنْ لَّكُمْ وَاَرْسَلْنَا السَّمَاۤءَ عَلَيْهِمْ مِّدْرَارًا ۖوَّجَعَلْنَا الْاَنْهٰرَ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهِمْ فَاَهْلَكْنٰهُمْ بِذُنُوْبِهِمْ وَاَنْشَأْنَا مِنْۢ بَعْدِهِمْ قَرْنًا اٰخَرِيْنَ
Artinya: “Tidakkah mereka memperhatikan berapa banyak generasi sebelum mereka yang telah Kami binasakan, padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukannya di bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu. Kami curahkan hujan yang lebat untuk mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa-dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan generasi yang lain setelah generasi mereka.” (QS al-Anam ayat 6).
Dalam ayat lain Allah SWT, juga menjabarkan dalam surat Taha ayat 78 sebagaimana berikut:
فَاَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ بِجُنُوْدِهٖ فَغَشِيَهُمْ مِّنَ الْيَمِّ مَا غَشِيَهُمْ ۗ
Artinya: “Kemudian Firaun dengan bala tentaranya mengejar mereka, tetapi mereka digulung ombak laut yang menenggelamkan mereka.” (QS Taha: 78).
Segala kerusakan yang terjadi pada cerita Nabi Musa yang dengan ditenggelamkannya Firaun merupakan fenomena alam dan mukjizat nabi yang dianugerahkan Allah kepadanya, sampai hari ini fenomena alam ini masih sulit untuk dipahami sebab alamiahnya.