3 Esensi Ramadhan dan Idul Fitri untuk Maslahat Bangsa dan Negara
Oleh: Prof KH Asrorun Ni'am Sholeh
Ketua MUI Bidang Fatwa
Editor: Admin
Jakarta, MUI Digital-Ketika takbir mulai membelah kesunyian malam, ada getaran yang lebih dalam dari sekadar perayaan kemenangan. Ramadhan yang baru saja kita lalui bukan sekadar ritual menahan lapar, melainkan sebuah madrasah agung yang menempa batin untuk menjadi pelindung bagi sesama.
Di balik sukacita Idul Fitri, tersimpan kontrak sosial yang amat kuat: sebuah komitmen untuk mewujudkan ketertiban dan keamanan hidup bersama melalui tiga pilar keadaban.
Setidaknya ada tiga kondisi saat makna Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri, yang jika kita laksanakan dengan baik, dapat berkontribusi dengan mengoptimalkan pewujudkan keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.
Pertama, Kedisiplinan dan Perhatian pada Pangan Halal
Puasa yang kita laksanakan menekankan pada aspek disiplin dalam hal konsumsi. Tidak boleh mengonsumsi barang yang tidak halal, baik aspek dzat maupun aspek perolehannya.
Islam menekankan pentingnya perhatian terhadap konsumsi yang halal. Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ