Cermati Kandungan Bahan Berpotensi Haram Pada Pembuatan Dodol
Admin
Penulis
Jakarta, MUIDigital – Garut, Jawa Barat, terkenal sebagai kota dodol di Indonesia, karena banyak pengusaha dan toko yang berjualan dodol. Berbagai macam varian, rasa maupun bentuk pun disajikan. Dodol khas Garut memang sudah berusia tua, konon sudah ada sejak tahun 1949.
Dari segi bahan pembuatannya, dodol biasanya berasal dari tepung ketan, santan kelapa, gula pasir, gula merah dan garam. Adapun bahan tambahan yang bisa dipakai adalah untuk menambah cita rasa, seperti durian, sirsak, nangka, dll. Oleh karena itu penamaannya pun berubah menjadi dodol durian, dodol sirsak, dodol nangka dan lain sebagainya. Bahkan inovasi lain dari kota Garut sendiri adalah mengkombinasikan coklat dengan dodol yang dinamakan “Chocodot” yang telah diluncurkan pada 2009 lalu.
Meskipun secara awam produk dodol tak memiliki titik kritis keharaman, bukan berarti makanan ini benar-benar bebas dari kandungan bahan haram. Menurut auditor senior LPPOM, Mulyorini R. Hilwan, pada produk dodol perlu diperhatikan titik kritis dari bahan pembuat utamanya, seperti tepung ketan, santan, gula pasir, gula merah, garam hingga susu. Berikut penjelasannya:
Tepung ketan