Khitanan Massal di 2 Titik akan Meriahkan Milad ke-49 MUI
Junaidi
Penulis
JAKARTA— Jelang puncak milad Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang ke 49 ada beberapa rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh MUI, baik di tingkat daerah maupun pusat.
Dalam waktu dekat, MUI akan menyelenggarakan pengobatan gratis serta khitan massal bagi masyarakat.
Penanggung jawab pengobatan gratis dan khitan massal Milad ke-49 MUI, dr Budi Mohammad Arief, mengatakan kegiatan ini akan diselenggarakan di dua lokasi yang berbeda. Pihaknya juga mengatakan bahwa dalam pelaksanaannya MUI bekerjasama dengan para profesional di bidangnya.
“Untuk persiapan kegiatan khitanan massal dan pengobatan gratis pada dasarnya meliputi dua aspek, yaitu aspek kegiatan medis dan kegiatan pendukung,” kata dokter Budi saat dihubungi oleh tim MUIDigital, Selasa (2/7/24).
Lebih lanjut dr Budi menjelaskan bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan di dua titik lokasi yang berbeda yaitu pertama pada Sabtu, 6 Juli di Wisma Khodimul Ummah Matraman Dalam II, Jakarta Pusat. Untuk pendaftaran dapat menghubungi panitia pada nomor 0852-6669-2950 (Desmiati) atau 0813-1846-2065 (Puji).
Sedangkan pada tahap kedua, akan diselenggarakan pada Senin, 8 Juli di Wisma MUI, Desa Palasari Kecamatan Cipanas. Untuk pendaftaran dapat menghubungi panitia pada nomor 0852-6669-2950 (Desmiati) atau 0812-2334-2180 (Syarifuddin).
“Untuk kegiatan medis, di Klinik khodimul Ummah Matraman, panitia didukung oleh Rumah Sakit Islam Cempaka Putih Jakarta, sedangkan di Cipanas didukung tim kesehatan dari Baznas,” ujarnya menjelaskan.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan khitan massal akan dilakukan dengan metode cauter laser, sementara pengobatan gratis akan dikhususkan pada pengobatan penyakit umum saja.
Sedangkan bagi masyarakat dengan keluhan penyakit tertentu yang tergolong dalam penyakit berbahaya akan diminta untuk melakukan pengobatan secara langsung ke rumah sakit terdekat.
“Pada kegiatan ini untuk penanganan Khitanan Massal kita memilih menggunakan metode cauter laser sehingga diharapkan tidak menimbulkan efek sakit maupun perdarahan,” ungkapnya.
“Sementara itu, untuk pengobatan gratis meliputi penyakit-penyakit ysng umum diderita masyarakat, seperti infeksi saluran pernafasan atas ( batuk pilek demam), penyakit mag, kulit dan sejenisnya. Pada kasus yang berat kami anjurkan pasien untuk dirujuk ke rumah sakit terdekat,” kata dia menambahkan.
Sebagai penanggung jawab kegiatan, dia berharap kegiatan ini akan terselenggara dengan lancar. Menurutnya, meskipun kegiatan diselenggarakan di dua tempat yang berbeda, pihaknya bersama tim selalu mengupayakan yang terbaik.
“Diharapkan pelaksanaan kegiatan ini tidak mengalami kendala meskipun dilakukan di dua tempat. Kami telah membagi tugas kepada seluruh anggota tim, berkoordinasi setiap hari baik melalui WhatsApp grup maupun zoom meeting. Anggota tim setiap hari menyampaikan progres pelaksanaan tugasnya masing-masing,” kata dia. (Dhea Oktaviana, ed: Nashih)