Alquran Langka Peninggalan Ottoman Bertintakan Emas Ini Curi Perhatian
Miftahul Jannah
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital – Sebuah Alquran langka peninggalan era Kesultanan Ottoman yang ditulis menggunakan tinta emas dan bernilai lebih dari QR1 juta dipamerkan dalam Doha International Book Fair 2026 di Doha.
Dikutip MUI Digital dari Gulf-Times , pada Senin (18/5/2026), Alquran berusia lebih dari 600 tahun tersebut dipamerkan oleh Globe Art Qatar sebagai bagian dari partisipasinya dalam pameran buku internasional tahunan itu.
Pemilik Globe Art Qatar, Dr Engineer Muslim Amini, mengatakan bahwa manuskrip tersebut menjadi salah satu koleksi paling langka yang ditampilkan tahun ini bersama ratusan manuskrip, buku kuno, dan artefak bersejarah lainnya yang mendokumentasikan perjalanan sejarah Islam dan dunia.
“Kisah-kisah itu tidak berakhir di rak-rak buku modern atau acara penandatanganan buku. Di dalam aula pameran dan di paviliun Globe Art, terdapat gerbang menuju ingatan peradaban kuno, kerajaan, dan perjalanan,” ujar Dr Amini kepada pers.
Dia menjelaskan bahwa paviliun Globe Art menghadirkan suasana layaknya museum sejarah bergerak dengan menampilkan berbagai manuskrip langka, buku kuno, serta artefak bersejarah dari berbagai era.
Selain Alquran bertinta emas, paviliun tersebut juga memamerkan sejumlah barang antik seperti pedang, belati, karpet bersejarah, dan benda warisan lainnya. Beberapa di antaranya disebut baru pertama kali dipamerkan kepada publik di Qatar.
Menurut Dr Amini, harga koleksi yang dipamerkan sangat beragam, mulai dari ratusan hingga ratusan ribu riyal Qatar, bahkan ada yang nilainya melampaui QR1 juta karena faktor kelangkaan dan nilai sejarahnya.
Dia menegaskan bahwa Alquran peninggalan Ottoman tersebut merupakan contoh langka seni kaligrafi Islam dan ornamen khas era Kesultanan Ottoman.
“Alquran ini ditulis tangan dengan sangat teliti dan dihiasi desain rumit menggunakan emas, menjadikannya karya yang menggabungkan nilai religius, artistik, dan historis,” katanya.