Tadabbur Surat Ar-Rum dalam Membaca Gejolak Geopolitik
Oleh: Dr Paryadi Abdul Ghofar, M.S.I
Anggota Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI/Dosen STIS Hidayatullah
Editor: Admin
Jakarta, MUI Digital — Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini menghadirkan suasana batin yang sangat berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Eskalasi militer
yang berujung pada peperangan terbuka antara Amerika Serikat dan Israel
berhadapan dengan Iran, telah mengubah lanskap keamanan global secara radikal.
Perang besar ini
belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir, dan tidak ada yang bisa memprediksi
titik garis finisnya.
Namun, satu hal
yang disepakati oleh para pakar hubungan internasional: daya rusak konflik ini
tidak hanya melokalisir pada tiga entitas negara yang bertikai atau kawasan
Timur Tengah semata.
Efek dominonya
merangsek hingga ke jantung ekonomi, keamanan, dan stabilitas politik seluruh
penduduk bumi.
Peristiwa ini bukan sekadar letupan regional, melainkan episentrum dari perubahan tata dunia yang kemungkinan jauh lebih dahsyat.
Baca juga: Bahan Bakar Iman di Tengah Ancaman Krisis Dunia
Oleh karena itu, umat Islam memerlukan kacamata pembacaan (Iqra') yang lebih komprehensif, memadukan analisis politik modern dengan ketajaman tadabbur wahyu.