Doa Shalat Sunnah Dua Rakaat Setelah Thawaf
Abd. Hakim Abidin
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital — Dalam rangkaian ibadah haji dan umroh, setiap amalan memiliki ruh dan kedalaman makna yang tidak bisa dipisahkan dari doa. Salah satu momen yang sangat berharga adalah setelah melaksanakan shalat sunnah dua rakaat selepas thawaf.
Di antara teladan memanfaatkan momentum itu dalam hal ini adalah sahabat Nabi SAW, Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu.
Baca juga: Doa saat Menyentuh dan Mencium Hajar Aswad
Dalam kitab Al-Mushannaf,
Ibnu Abi Syaibah mencatat riwayat dari Nafi’, yang menyebutkan bahwa ketika
Abdullah bin Umar datang sebagai jamaah haji atau umroh, beliau melakukan
thawaf di Ka’bah, lalu melaksanakan shalat sunnah dua rakaat, kemudian dengan
khusyuk memanjatkan doa.
Menariknya, setelah melakukan shalat sunnah itu, Abdullah bin Umar duduk lebih lama daripada saat berdirinya. Disebutkan dalam riwayat tersebut, waktu itu diisi dengan pujian kepada Allah dan doa yang sungguh-sungguh. Doa itu juga dibacanya ketika berada di antara Shafa dan Marwa.
Baca juga: Doa dan Dzikir yang Dibaca saat Thawaf
Di dalam doa tersebut
terdapat permintaan seputar penjagaan agama, kecintaan kepada Allah, kemudahan
dalam kebaikan, hingga keselamatan di akhirat.
Adapun doa yang dimaksud,
lafaznya secara lengkap adalah sebagai berikut:
اللَّهُمَّ
اعْصِمْنِي بِدِينِكَ، وَطَاعَةِ رَسُولِكَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. اللَّهُمَّ جَنِّبْنِي حُدُودَكَ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِمَّنْ
يُحِبُّكَ، وَيُحِبُّ مَلَائِكَتَكَ، وَرُسُلَكَ، وَعِبَادَكَ الصَّالِحِينَ،
اللَّهُمَّ حَبِّبْنِي إِلَيْكَ، وَإِلَى مَلَائِكَتِكَ، وَرُسُلِكَ، وَعِبَادِكَ
الصَّالِحِينَ. اللَّهُمَّ آتِنِي مِنْ خَيْرِ مَا تُؤْتِي عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ
فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ. اللَّهُمَّ يَسِّرْنِي لِلْيُسْرَى،
وَجَنِّبْنِي الْعُسْرَى، وَاغْفِرْ لِي فِي الْآخِرَةِ وَالْأُولَى. اللَّهُمَّ أَوْزِعْنِي أَنْ
أُوَفِّيَ بِعَهْدِكَ الَّذِي عَاهَدْتَنِي عَلَيْهِ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنْ أَئِمَّةِ الْمُتَّقِينَ، وَاجْعَلْنِي
مِنْ وَرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيمِ، وَاغْفِرْ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ.
Allahumma‘shimnii bidini-ka, wa thaa‘ati
rasuulika shallallaahu ‘alaihi wasallam. Allahumma jannibnii huduudak. Allahummaj‘alnii
mimman yuhibbuk, wa yuhibbu malaa-ikatak, wa rusulak, wa ‘ibaadakash
shaalihiin. Allahumma habbibnii ilaik, wa ilaa malaa-ikatik, wa rusulik, wa
‘ibaadikash shaalihiin. Allahumma aatinii min khairi maa tu’tii ‘ibaadakash
shaalihiin fid-dunyaa wal aakhirah. Allahumma yassirnii lilyusraa, wa jannibnil
‘usraa, waghfirlii fil aakhirati wal uulaa. Allahumma awzi‘nii an uwafiya
bi‘ahdikal ladzii ‘aahadtanii ‘alaihi. Allahummaj‘alnii min a-immatil
muttaqiin, waj‘alnii min waratsati jannatin na‘iim, waghfirlii khathii-atii
yaumad diin.
Artinya: “Ya Allah, jagalah aku dengan agama-Mu dan dengan ketaatan kepada Rasul-Mu SAW. Ya Allah, jauhkanlah aku dari melanggar batas-batas-Mu. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang yang mencintai-Mu, mencintai malaikat-Mu, rasul-rasul-Mu, dan hamba-hamba-Mu yang saleh. Ya Allah, jadikanlah aku dicintai oleh-Mu, oleh malaikat-Mu, rasul-rasul-Mu, dan hamba-hamba-Mu yang saleh. Ya Allah, berikanlah kepadaku kebaikan sebagaimana yang Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh di dunia dan di akhirat. Ya Allah, mudahkanlah aku menuju kemudahan, jauhkan aku dari kesulitan, dan ampunilah aku di akhirat dan di dunia. Ya Allah, ilhamkanlah aku agar dapat menepati janji-Mu yang telah Engkau ikatkan kepadaku. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk pemimpin orang-orang yang bertakwa, jadikanlah aku termasuk pewaris surga kenikmatan, dan ampunilah kesalahanku pada hari pembalasan.” (Al-Mushannaf [Madinah: Maktabah al-‘Ulum wa al-Hikam], juz 6, h. 108)
Baca juga: Doa Singkat saat Berada di Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad
Doa seperti ini adalah
jembatan antara gerakan fisik dalam ibadah haji dan kesadaran ruhani. Karena
itu, doa ini sangat penting untuk dibaca.
Jadi, setelah thawaf lakukanlah shalat sunnah dua rakaat kemudian duduklah dan bermunajat kepada Allah dengan membaca doa ini. Insya Allah akan senantiasa diberikan keterhubungan hati dengan Allah. Wallahu a’lam bis shawab.