Doa Singkat saat Berada di Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad
Abd. Hakim Abidin
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital — Dalam rangkaian ibadah haji dan umrah, ada satu momen yang sering dilalui jamaah saat thawaf, namun kadang tidak disadari keutamaannya.
Momen itu adalah ketika berjalan di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad. Pada tempat inilah Rasulullah SAW mengajarkan sebuah doa yang singkat, tetapi kandungannya sangat luas dan dalam.
Baca juga: Doa saat Menyentuh dan Mencium Hajar Aswad
Dalam sebuah riwayat
hadis, sahabat Abdullah bin as-Saib radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa ia mendengar Nabi SAW membaca doa di
antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad.
Adapun doa yang
dimaksud adalah lafaz sebagaimana berikut:
رَبَّنَا
آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ
النَّارِ
Artinya: “Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.” (HR Ahmad)
Baca juga: Doa saat Memandang Ka’bah di Masjidil Haram
Keistimewaan doa ini
semakin besar karena terdapat dalam Alquran, tepatnya dalam surat Al-Baqarah
ayat 201:
وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا
حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Artinya: “Dan di antara mereka ada yang berdoa: Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari azab neraka.”
Dalam tafsirnya, Imam Ibnu
Katsir ketika menafsirkan ayat ini menjelaskan bahwa doa tersebut telah
menghimpun seluruh kebaikan dunia dan menolak seluruh keburukan. Menurutnya,
makna hasanah di dunia mencakup semua kebutuhan dan kenikmatan yang
diinginkan manusia, seperti kesehatan, rumah yang lapang, pasangan yang baik,
rezeki yang luas, ilmu yang bermanfaat, amal saleh, kendaraan yang nyaman,
serta nama baik. Dan semua penafsiran para ulama tentang nikmat dunia pada
hakikatnya masuk dalam cakupan makna hasanah fid-dunya.
Sedangkan hasanah fil-akhirah, menurut Ibnu Katsir, puncaknya adalah masuk surga beserta seluruh kenikmatannya. Termasuk di dalamnya rasa aman dari kedahsyatan Hari Kiamat, kemudahan saat hisab, dan seluruh keadaan baik di negeri akhirat.
Baca juga: Niat Ihram Haji dan Umroh Disertai Doa Lengkap dengan Artinya
Adapun permohonan agar
dijauhkan dari azab neraka, menurut Ibnu Katsir, juga mencakup dimudahkannya
sebab-sebab keselamatan sejak di dunia, seperti dijauhkan dari maksiat, dosa,
perkara syubhat, dan hal-hal haram. (Lihat Tafsir
al-Qur’an al-‘Adhim [Beirut: Dar al-Kutub
al-‘Ilmiyyah], jilid 1, h. 416)
Penjelasan Ibnu Katsir ini menunjukkan bahwa doa tersebut secara tersirat mengandung peta kehidupan seorang mukmin. Di dalamnya ada permintaan dunia yang baik, akhirat yang baik, sekaligus jalan hidup yang menyelamatkan.
Baca juga: 4 Doa Perjalanan Haji dan Umroh yang Dianjurkan: Dari Berangkat hingga Tiba di Tanah Suci
Maka setiap kali
sampai di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, hadirkan hati, rasakan kebutuhan
kepada Allah, lalu bacalah doa ini dengan khusyuk dan penuh harap.
Bila seorang hamba memperoleh tiga hal yang terkandung dalam doa ini, yaitu berharap mendapat kebaikan dunia, kebaikan akhirat, dan keselamatan dari neraka, maka sungguh ia telah meraih keberuntungan yang sempurna.