Lewati ke konten utama
Kamis, 13 Agustus 2026 / 29 Shafar 1448 H
Jadwal memuat...
Google Ads
Berita

Dukung Gen Halal Championship, Mendikdasmen Dorong Pembentukan Ekosistem Halal di Sekolah

3 menit baca 586 dibaca
MUI Mendikdasmen
Pertemuan silaturahim antara Dewan Pimpinan MUI dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof Abdul Mu'ti, di Kantor Kemendikdasmen, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (10/8/2026). Foto: istimewa
Bagikan:

Jakarta, MUI Digital— Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof  Abdul Mu’ti, menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Gen Halal Championship. 

Dukungan tersebut diwujudkan lewat dorongan nyata untuk membangun ekosistem halal di lingkungan pendidikan secara terintegrasi.

Ajang kompetisi sekaligus edukasi literasi halal bagi pelajar tingkat SMA, SMK, MA, dan sederajat ini diinisiasi oleh LPPOM bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI). 

Mu’ti menilai kejuaraan ini sangat potensial untuk menemukan serta mengembangkan bakat dan prestasi siswa.

Untuk memperkuat dampak positifnya di dunia pendidikan, Mendikdasmen mengusulkan penambahan kategori khusus dalam ajang tersebut.

Langkah ini dinilai strategis agar nilai-nilai halal tidak sekadar menjadi bahan kompetisi, tetapi juga memicu pembentukan budaya di sekolah.

“Perlu ada penambahan satu kategori perlombaan untuk sekolah yang menerapkan gaya hidup halal secara terintegrasi untuk mendukung ekosistem halal,” ujar Prof Mu’ti, dalam keterangannya kepada MUI Digital, di Jakarta, Selasa (11/8/2026). 

Selain mengusulkan kategori baru, ia juga mendorong agar pelaksanaan kompetisi dijalankan secara berjenjang mulai dari tingkat provinsi hingga nasional. 

Pola ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pembinaan pelajar berprestasi di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal MUI, Buya Amisyah Tambunan, menambahkan bahwa pembentukan ekosistem halal di sekolah sejalan dengan program kementerian dalam membiasakan pola hidup sehat, termasuk konsumsi makanan yang halal dan thayyib bagi para peserta didik.

"Halal dan tayib menjadi bagian penting dalam membangun generasi Indonesia yang sehat dan cerdas," kata Buya Amirsyah.

Sementara itu, MUI mendorong penguatan budaya hidup halal agar diintegrasikan ke dalam lingkungan sekolah dan kehidupan para pelajar di seluruh Indonesia. 

Langkah strategis ini dinilai penting untuk membentuk karakter generasi muda yang sadar dan bangga menerapkan nilai-nilai halal sejak dini.

Upaya tersebut disampaikan dalam pertemuan silaturrahim antara Dewan Pimpinan MUI dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof Abdul Mu'ti, di Kantor Kemendikdasmen, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (10/8/2026).

Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis, menyatakan penerapan halal di lingkungan sekolah tidak boleh hanya dipandang sebagai pemenuhan aturan agama semata, melainkan diwujudkan sebagai gaya hidup harian anak sekolah.

"Halal bukan sekadar aturan, melainkan gaya hidup,” kata dia. 

Bagi Gen Z, menurut Kiai Cholil,  halal perlu hadir dalam seluruh pilihan kehidupan: makanan, minuman, kosmetik, fesyen, wisata, keuangan, hingga cara bertransaksi dan bermedia sosial. 

Baca juga:Menyangkut Perayaan Momen Agustusan, Komisi Fatwa MUI Ingatkan Tiga Hal Ini

Ketua Badan Pengurus Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI ini menambahkan, konsep halal yang ditanamkan kepada para pelajar mencakup aspek thayyiib, yakni segala hal yang baik, aman, sehat, berkualitas, dan membawa kemaslahatan bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

Menurutnya, membudayakan hidup halal di sekolah juga ditujukan untuk membekali para siswa agar menjadi penggerak ekosistem halal di era digital. 

Melalui kreativitas, kewirausahaan, dan penggunaan media sosial yang positif, para pelajar diharapkan mampu menyebarkan tren halal dengan bahasa yang dekat dengan dunia anak muda.

Baca juga:International Conference on Fatwa MUI Studies 2026 Kaji Lima Bidang Mulai Ekonomi Syariah sampai Halal

Sebagai komitmen nyata dalam mendukung literasi halal di kalangan pelajar, MUI melalui LPPOM menghadirkan program Gen Halal Championship.

Program ini dirancang untuk mencetak generasi muda yang tidak sekadar paham aturan halal, tetapi juga menjadikannya sebagai identitas dan karakter.

"Sertifikasi halal menjamin kehalalan produk, tetapi generasi sadar halal-lah yang akan menjaga dan mengembangkan ekosistem halal Indonesia," kata Kiai Cholil menegaskan. 

Pertemuan strategis dengan Mendikdasmen ini turut dihadiri oleh Direktur Utama LPPOM Muti Arintawati, Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan, Bendahara Umum MUI H Misbahul Ulum, Ketua MUI Bidang Halal KH Masyhuril Khamis, serta Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Halal H Rofiqul Umam Ahmad. 

Google Ads
Google Ads