Doa saat Naik Kendaraan untuk Bepergian
Abd. Hakim Abidin
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital — Perjalanan adalah bagian dari kehidupan manusia. Ada yang bepergian untuk bekerja, belajar, berdagang, bersilaturahmi, atau beribadah.
Dahulu orang bepergian
dengan unta dan kapal, sedangkan hari ini dengan mobil, kereta, dan pesawat.
Meski sarana berubah, perjalanan tetap menyimpan tantangan dan ketidakpastian.
Terkait hal ini, Islam
mengajarkan agar perjalanan dimulai dengan doa. Di samping perlu menyiapkan
kendaraan dan bekal, seorang muslim juga tidak boleh lupa berdoa memohon
perlindungan kepada Allah, yaitu dengan doa bepergian.
Dengan membaca doa bepergian,
kita berharap kepada Allah agar kita diberi keselamatan, kelancaran, dan
dijauhkan dari bahaya selama dalam perjalanan.
Sebagaimana yang dibaca
oleh Rasulullah, bacaan doa bepergian yang dimaksud adalah berikut ini:
1. Membaca takbir tiga kali:
اللّٰهُ أَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ
Artinya: “Allah
Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar.”
2. Saat berangkat bepergian membaca doa ini:
سُبْحَانَ
الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هٰذَا، وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَىٰ
رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ. اللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هٰذَا
الْبِرَّ وَالتَّقْوَىٰ، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَىٰ. اللّٰهُمَّ هَوِّنْ
عَلَيْنَا سَفَرَنَا هٰذَا، وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ. اللّٰهُمَّ أَنْتَ
الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ، وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ. اللّٰهُمَّ إِنِّي
أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ، وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ، وَسُوءِ
الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ
Artinya: “Mahasuci
Allah yang telah menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya
tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kepada Tuhan kami, kami pasti akan
kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu dalam perjalanan kami
ini kebaikan, ketakwaan, dan amal yang Engkau ridhai. Ya Allah, mudahkanlah
perjalanan kami ini, dan dekatkanlah bagi kami jaraknya. Ya Allah, Engkaulah
teman pendamping dalam perjalanan, dan penjaga keluarga yang kami tinggalkan.
Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari beratnya perjalanan,
pemandangan yang menyedihkan, serta kepulangan yang buruk pada harta dan
keluarga.”
3. Saat pulang dari bepergian membaca doa
yang sama dengan menambahkan lafaz ini di akhir doa:
آيِبُونَ
تَائِبُونَ عَابِدُونَ، لِرَبِّنَا حَامِدُونَ
Artinya: “Kami
kembali, kami bertobat, kami tetap beribadah, dan kepada Tuhan kami, kami
senantiasa memuji.”
Dalam Shahih Muslim, doa ini diriwayatkan dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma. Disebutkan
bahwa apabila Rasulullah SAW telah berada di atas kendaraan untuk
bepergian, beliau bertakbir tiga kali, lalu membaca doa tersebut.
Dengan doa ini kita senantiasa
mengingat Allah sejak awal perjalanan. Saat naik kendaraan, kita diingatkan
bahwa semua sarana transportasi hanyalah nikmat dari Allah. Tanpa
pertolongan-Nya, siapa pun tidak akan mampu menguasai dan memanfaatkannya.
Di dalam doa ini terdapat
permohonan agar perjalanan dimudahkan. Kalimat “Allahumma hawwin ‘alaina safarana hadza” mengandung makna permohonan agar aktivitas bepergian kita diringankan dan dilancarkan. Maka doa ini sangat penting dibaca
agar perjalanan terasa mudah dan sampai di tujuan dengan aman.
Rasulullah SAW juga mengajarkan
agar kita meminta perlindungan dari kesulitan dalam bepergian. Termasuk
kelelahan, hambatan di jalan, kecelakaan, kehilangan barang, atau kejadian yang
menyedihkan. Artinya dengan doa ini, seorang muslim sepenuhnya menyerahkan
keselamatan dirinya kepada Allah.
Selain itu, doa ini
menenangkan hati bagi orang yang meninggalkan keluarga di rumah. Nabi SAW mengajarkan bahwa Allah adalah penjaga terbaik
bagi keluarga yang ditinggalkan. Karena itu, orang yang berdoa akan berangkat
dengan hati lebih tenang dan penuh tawakal.
Lalu ketika pulang
dari perjalanan, Rasulullah membaca doa yang sama dan menambahkan lafaz:
آيِبُونَ
تَائِبُونَ عَابِدُونَ لِرَبِّنَا حَامِدُون
Artinya, kami kembali,
kami bertaubat, kami tetap beribadah, dan kepada Tuhan kami kami memuji. Lafaz singkat
di akhir doa ini menunjukkan bahwa pulang dengan selamat adalah nikmat besar
yang patut disyukuri.
Di zaman sekarang,
orang sering memeriksa tiket, bensin, peta, dan baterai ponsel sebelum
berangkat. Semua itu penting, tetapi jangan lupa membaca doa bepergian. Sebab
manusia bisa menyiapkan perjalanan, tetapi keselamatan dan kelancaran tetap
berada di tangan Allah.
Maka biasakan membaca
doa saat naik kendaraan untuk bepergian. Dengan itu, perjalanan menjadi lebih
tenang, bernilai ibadah, dan penuh harapan akan perlindungan Allah SWT.