Ikhtiar dan Doa bagi Jamaah Haji agar Mendapatkan Predikat Mabrur
Abd. Hakim Abidin
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital — Ibadah haji dalam satu sisi merupakan perjalanan fisik menuju Tanah Suci, tetapi pada saat yang sama juga merupakan perjalanan ruhani, latihan kesabaran, pengorbanan, disiplin, dan kepatuhan total kepada Allah SWT.
Karena itu, ibadah haji
yang mabrur tidak bisa hanya dilihat secara lahiriah dari seragam ihram semata,
tetapi yang paling utama dilihat dari kesungguhan niat, ikhtiar, dan ketulusan
doa.
Dalam hadis yang
sangat masyhur disebutkan:
الْحَجُّ
الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ
“Haji mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga.” (HR Bukhari dan Muslim)
Baca juga: 5 Bacaan Doa Melepas Keberangkatan Jamaah Haji
Predikat mabrur
pasti menjadi harapan seluruh jamaah haji. Namun demikian, predikat itu tidak
bisa datang otomatis hanya karena seseorang telah sampai ke Makkah dan
menuntaskan rangkaian manasik. Hal ini harus diupayakan dengan dua hal besar,
yakni ikhtiar lahiriah dan permohonan batiniah.
Ikhtiar Menjalankan
Manasik Sesuai Tuntunan