Lewati ke konten utama
Minggu, 27 September 2026 / 15 Rabiul Akhir 1448 H
Jadwal memuat...
Doa dan Dzikir yang Dibaca saat Thawaf
Foto: Pinterest
Tuntunan Ibadah

Doa dan Dzikir yang Dibaca saat Thawaf

Doa dan Dzikir yang Dibaca saat Thawaf

/ 13 Dzulqa'dah 1447 H 3 menit baca 3.206 dibaca

Jakarta, MUI Digital — Thawaf adalah ibadah yang memadukan gerak badan, kekhusyukan hati, dan lantunan doa serta dzikir. Lebih dari sekadar ritual berjalan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran.

Karena itu, dzikir dan doa yang dibaca saat thawaf patut untuk diperhatikan. Beberapa riwayat hadis menyebutkan bagaimana para sahabat membaca doa dan dzikir saat thawaf.

Dalam kitab Al-Mushannaf, Ibnu Abi Syaibah menyebutkan satu riwayat hadis terkait bacaan doa saat thawaf, yang sanadnya dinilai sahih. Riwayat yang sama juga tercatat dalam kitab As-Sunan al-Kubra karya al-Baihaqi.

Diriwayatkan dari Habib bin Shahban radhiyallahu ‘anhu bahwa ia melihat Umar bin Khattab sedang thawaf di Ka’bah sambil membaca:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya: “Ya Allah, wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”

Doa ini sudah sangat populer dibaca oleh umat Islam. Tapi kandungan maknanya mungkin sering terabaikan. Jika dihayati lebih dalam maka doa inilah yang mencakup segala kebaikan di dunia dan di akhirat. Doa ini juga termaktub dalam Alquran, tepatnya dalam surat Al-Baqarah ayat 201.

Dalam riwayat lain, Abu Syu’bah al-Bakri berkata bahwa ia memperhatikan Ibn Umar radhiyallau ‘anhu sedang thawaf sambil membaca dzikir berikut:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ، لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Artinya: “Tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Di tangan-Nya segala kebaikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Kemudian beliau melanjutkan membaca doa ini:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Setelah selesai thawaf, seseorang bertanya mengapa beliau membaca itu. Lalu Ibn Umar menjawab: “Aku memuji Tuhanku, bersaksi dengan syahadat yang benar, dan memohon kepada-Nya kebaikan dunia dan akhirat.” (HR Thabrani)

Dalam As-Sunan al-Kubra, Imam Baihaqi menyebutkan bahwa Imam Syafi’i memberikan tuntunan mengenai bacaan doa yang diamalkan saat thawaf. Imam Syafi’i menyukai agar setiap kali sejajar dengan Hajar Aswad seseorang bertakbir.

Lalu saat ramal (berjalan cepat dengan langkah pendek pada thawaf), beliau menganjurkan membaca:

اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ حَجًّا مَبْرُورًا، وَذَنْبًا مَغْفُورًا، وَسَعْيًا مَشْكُورًا

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah haji ini haji yang mabrur, dosa yang diampuni, dan usaha (perjalanan ibadah) yang diterima (dibalas dengan kebaikan).”

Lalu pada empat putaran thawaf lainnya Imam Syafi’i menganjurkan seseorang membaca doa berikut:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ وَارْحَمْ، وَاعْفُ عَمَّا تَعْلَمُ، وَأَنْتَ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ، اللَّهُمَّ آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya: “Ya Allah, ampunilah kami, rahmatilah kami, maafkanlah dosa-dosa yang Engkau ketahui, dan Engkaulah Yang Mahaperkasa lagi Mahamulia. Ya Allah, berilah kami kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.” (HR Baihaqi)

Semua doa yang disebutkan di atas mengandung harapan ampunan, rahmat, maaf atas dosa-dosa tersembunyi, serta kebaikan dunia dan akhirat. Sehingga sangat dianjurkan untuk membacanya.

Oleh karena itu, siapa pun yang sedang thawaf, hendaknya memperbanyak dzikir dan mengulang doa-doa yang telah diajarkan oleh para ulama sebagaimana yang telah disebutkan di atas. 

BAGIKAN: