Doa dan Dzikir yang Dibaca saat Thawaf
Abd. Hakim Abidin
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital — Thawaf adalah ibadah yang memadukan gerak badan, kekhusyukan hati, dan lantunan doa serta dzikir. Lebih dari sekadar ritual berjalan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran.
Karena itu, dzikir dan doa yang dibaca saat thawaf patut untuk diperhatikan. Beberapa riwayat hadis menyebutkan bagaimana para sahabat membaca doa dan dzikir saat thawaf.
Baca juga: Doa saat Menyentuh dan Mencium Hajar Aswad
Dalam kitab Al-Mushannaf,
Ibnu Abi Syaibah menyebutkan satu riwayat hadis terkait bacaan doa saat
thawaf, yang sanadnya dinilai sahih. Riwayat yang sama juga tercatat dalam
kitab As-Sunan al-Kubra karya al-Baihaqi.
Diriwayatkan dari
Habib bin Shahban radhiyallahu ‘anhu bahwa ia melihat Umar bin Khattab sedang thawaf
di Ka’bah sambil membaca:
رَبَّنَا
آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ
النَّارِ
Artinya: “Ya Allah,
wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat, dan
lindungilah kami dari azab neraka.”
Doa ini sudah sangat populer dibaca oleh umat Islam. Tapi kandungan maknanya mungkin sering terabaikan. Jika dihayati lebih dalam maka doa inilah yang mencakup segala kebaikan di dunia dan di akhirat. Doa ini juga termaktub dalam Alquran, tepatnya dalam surat Al-Baqarah ayat 201.
Baca juga: Doa Singkat saat Berada di Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad
Dalam riwayat lain,
Abu Syu’bah al-Bakri berkata bahwa ia memperhatikan Ibn Umar radhiyallau ‘anhu
sedang thawaf sambil membaca dzikir berikut:
لَا
إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ، لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ
الْحَمْدُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Artinya: “Tiada tuhan yang berhak
disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan
dan bagi-Nya segala pujian. Di tangan-Nya segala kebaikan, dan Dia Maha Kuasa
atas segala sesuatu.”
Kemudian beliau
melanjutkan membaca doa ini:
رَبَّنَا
آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ
النَّارِ
Setelah selesai thawaf, seseorang bertanya mengapa beliau membaca itu. Lalu Ibn Umar menjawab: “Aku memuji Tuhanku, bersaksi dengan syahadat yang benar, dan memohon kepada-Nya kebaikan dunia dan akhirat.” (HR Thabrani)
Baca juga: Doa saat Memandang Ka’bah di Masjidil Haram
Dalam As-Sunan
al-Kubra, Imam Baihaqi menyebutkan bahwa Imam Syafi’i memberikan tuntunan mengenai
bacaan doa yang diamalkan saat thawaf. Imam Syafi’i menyukai agar setiap kali
sejajar dengan Hajar Aswad seseorang bertakbir.
Lalu saat ramal (berjalan cepat dengan langkah pendek pada thawaf), beliau menganjurkan membaca:
اللَّهُمَّ
اجْعَلْهُ حَجًّا مَبْرُورًا، وَذَنْبًا مَغْفُورًا، وَسَعْيًا مَشْكُورًا
Artinya: “Ya Allah,
jadikanlah haji ini haji yang mabrur, dosa yang diampuni, dan usaha (perjalanan
ibadah) yang diterima (dibalas dengan kebaikan).”
Lalu pada empat
putaran thawaf lainnya Imam Syafi’i menganjurkan seseorang membaca doa berikut:
اللَّهُمَّ
اغْفِرْ وَارْحَمْ، وَاعْفُ عَمَّا تَعْلَمُ، وَأَنْتَ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ،
اللَّهُمَّ آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا
عَذَابَ النَّارِ
Artinya: “Ya Allah, ampunilah kami, rahmatilah kami, maafkanlah dosa-dosa yang Engkau ketahui, dan Engkaulah Yang Mahaperkasa lagi Mahamulia. Ya Allah, berilah kami kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.” (HR Baihaqi)
Baca juga: Niat Ihram Haji dan Umroh Disertai Doa Lengkap dengan Artinya
Semua doa yang
disebutkan di atas mengandung harapan ampunan, rahmat, maaf atas dosa-dosa
tersembunyi, serta kebaikan dunia dan akhirat. Sehingga sangat dianjurkan untuk
membacanya.
Oleh karena itu, siapa pun yang sedang thawaf, hendaknya memperbanyak dzikir dan mengulang doa-doa yang telah diajarkan oleh para ulama sebagaimana yang telah disebutkan di atas.