Lewati ke konten utama
Selasa, 30 Juni 2026 / 14 Muharam 1448 H
Jadwal memuat...
Tuntunan Ibadah

Doa saat Sa’i di Antara Shafa dan Marwa

3 menit baca 2.387 dibaca
Doa saat Sa’i di Antara Shafa dan Marwa
Jamaah haji melakukan sa’i di antara bukit Shafa dan Marwa. Foto: Pinterest
Bagikan:

Jakarta, MUI Digital — Selain sebagai syiar Islam, secara tersirat sa’i di antara Shafa dan Marwa adalah simbol perjuangan, keteguhan, dan penghambaan total kepada Allah. Hal ini tercermin dari sejarah disyariatkannya sa’i. Sebagaimana dahulu Sayyidah Hajar melakukan hal itu. Karenanya, tidak bisa hanya dianggap sebagai ibadah fisik belaka.

Di tengah langkah-langkah itu, terdapat amalan sederhana yang sepatutnya dibaca oleh para jamaah. Amalan ini tampak sarat makna, sebab merupakan doa yang mengandung permohonan ampun dan rahmat dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mulia.

Di antara riwayat yang sampai kepada kita, terdapat amalan yang dibaca oleh para sahabat Nabi SAW ketika berada di antara Shafa dan Marwa.

Baca juga: Bacaan Dzikir dan Doa saat Berada di Bukit Shafa dan Marwa

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhuma, bahwa ketika beliau turun dari Shafa dan mulai berlari-lari kecil, beliau membaca doa:

رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ

Artinya: “Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Perkasa lagi Maha Mulia.” (HR Baihaqi)

Dalam riwayat lain, dari Abu Ishaq rahimahullah, beliau berkata bahwa ia mendengar Abdullah Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma mengucapkan doa yang sama di antara Shafa dan Marwa.

Jadi selain diamalkan oleh Abdullah bin Mas’ud, doa ini juga diamalkan oleh Abdullah bin Umar. Lalu terkait riwayat ini, selain diriwayatkan oleh al-Baihaqi dalam As-Sunan al-Kubra, juga dapat ditemukan dalam kitab Al-Mushannaf karya Ibnu Abi Syaibah dan dalam kitab Ad-Du’a karya ath-Thabrani.

Baca juga: Doa dan Dzikir yang Dibaca saat Thawaf

Doa ini mencakup dua kebutuhan utama seorang hamba. Pertama, ampunan (maghfirah), karena manusia tak pernah luput dari dosa. Kedua, rahmat (rahmah), karena tanpa kasih sayang Allah, amal sebesar apa pun tidak akan bernilai.

Kemudian ditutup dengan pujian dengan menyebut dua nama Allah yang agung. Al-‘Aziz (Maha Perkasa), menunjukkan pengakuan dan penegasan bahwa Allah memiliki kekuasaan mutlak untuk mengampuni atau menghukum. Al-Akram (Maha Mulia), menunjukkan keluasan karunia-Nya, bahwa Dia memberi tanpa batas kepada hamba-Nya.

Baca juga: Doa Singkat saat Berada di Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad

Jika ditafsirkan, seolah-olah seorang hamba berkata dalam doa tersebut: “Ya Allah, aku penuh dosa, tetapi Engkau Maha Kuasa mengampuni, dan Engkau Maha Mulia dalam memberi. Maka jangan Engkau tolak permohonanku.”

Doa dalam sa’i ini mengajarkan arti tentang menghadirkan hati yang bergantung penuh kepada Allah. Sebagaimana diketahui, dalam sejarah peradaban yang melatarbelakangi diwajibkannya sa’i ini adalah tentang Sayyidah Hajar, ibunda Nabi Ismail ‘alaihissalam, yang berlari antara dua bukit bukan karena putus asa, tetapi karena keyakinan penuh kepada Allah. Pasti akan ada jalan keluar di tengah segala kesulitan hidup.

Oleh karena itu, ketika kaki melangkah di antara Shafa dan Marwa, jangan biarkan lisan diam dan kosong. Isilah dengan doa yang diamalkan oleh para sahabat di atas.