Silaturahim ke MUI, Mendikdasmen Sosialisasikan Program Pendidikan Bermutu untuk Semua
Admin
Penulis
JAKARTA, MUI.OR.ID- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof Abdul Mu'ti bersilaturahim ke Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.
Kehadiran Mendikdasmen ke Kantor MUI atas undangan MUI untuk bersilaturahim bersama jajaran pimpinan MUI dan 87 pimpinan ormas Islam Indonesia.
"Pertama kami sangat berterima kasih kepada MUI yang sudah mengundang saya untuk silaturahim dengan seluruh jajaran pimpinan MUI dan pimpinan ormas Islam Indonesia yang ada 87," kata Mendikdasmen Prof Abdul Mu'ti di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/1/2025).
Di hadapan pimpinan MUI dan ormas Islam di bawah naungan MUI, Prof Mu'ti menyosialisasikan program pendidikan bermutu untuk semua.
Prof Mu'ti menjelaskan, program ini berbeda dengan program sebelumnya, yaitu merdeka belajar. Menurutnya, program ini merupakan upaya untuk melaksanakan konstitusi sebagai amanah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Di antaranya, terkait program pendidikan bermutu tersebut adalah pemerataan pendidikan. Menurutnya, selama ini anak-anak sekolah belum mendapatkan layanan pendidikan yang disebabkan oleh sejumlah faktor.
Faktor tersebut, antara lain karena domisili atau tempat tinggalnya, keadaan ekonominya, maupun keadaan-keadaan lainnya yang menyebabkan tidak mendapatkannya layanan pendidikan.
"Kami memakai kata layanan karena tugas Kementerian Dasar dan Menengah itu memberikan fasilitas, ruang, kesempatan, untuk anak-anak Indonesia belajar," kata dia.
Selain itu, Mendikdasmen dalam program Pendidikan Bermutu untuk semua itu mengentaskan kesenjangan kualitas pendidikan, baik satuan pendidikan negeri dan swasta, satuan pendidikan di kota-kota besar dan daerah 3 T (terluar, terdepan, dan tertinggal).
"Sebagian besar satuan tugas dilaksanakan masyarakat, bahasa lainnya swasta. Kami berpendapat dan mengambil keputusan swasta adalah mitra pemerintah, bukan kompetitor," lanjutnya.
Mendikdasmen menekankan, kemitraan pemerintah dengan lembaga pendidikan masyarakat akan terus ditingkatkan, antara lain dalam peningkatan pemenuhan sarana pembelajaran, yang juga menjadi program prioritas dari Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran.
Mendikdasmen mengungkapkan, pemerintah berencana merenovasi 10 ribu satuan pendidikan pada tahun ini. Terkait skemanya, satuan pendidikan yang mendapatkan program renovasi akan ditransfer secara langsung kepada sekolah tersebut.
"Diharapkan dapat tepat sasaran, hemat, menggerakkan ekonomi, menciptakan lapangan kerja di sekitar sekolah-sekolah yang menerima bantuan renovasi itu," sambungnya.
Jumlah 10 ribu sekolah yang tahun ini direncanakan mendapatkan renovasi dari pemerintah diprediksi bisa bertambah dengan skema swakelola dan biaya renovasi yang bisa ditekan.
"Sehingga dengan cara demikian satuan pendidikan atau sekolah akan lebih banyak lagi (direnovasi). Data-datanya sudah ada di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang sebelumnya menjadi pelaksana. Kami bisa telaah ulang pendidikan yang menerima itu. Bantuan bukan hanya sekolah negeri, tapi swasta yang bisa kita tingkatkan jumlahnya," paparnya.
Lebih lanjut, Mendikdasmen menyampaikan, sebagai respons dari masalah-masalah kekerasan di sekolah dan masalah moralitas, pelatihan guru akan ditambah dua materi yaitu terkait bimbingan konseling dan nilai.
"Ini upaya kami, guru-guru fokus mengajar saja, melaksanakan bimbinhan dan konseling. Pendidikan moral melekat pada semua pelajaran, tidak hanya pendidikan agama saja," jelasnya.
Selain itu, dalam Program Pendidikan Bermutu untuk Semua menanamkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai upaya penguatan karakter.
Tujuh kebiasaan tersebut yaitu bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.
Selain itu, ada program pagi gembira dan ceria, yaitu dengan senam anak Indonesia sehat dan hebat serta menyanyikan Indonesia Raya dan berdoa.
"Membangun kebiasaan baik, karakter, bukan teori, tapi praktek. Kami coba kembangkan upaya kita bersama membangun karakter bangsa dan akhlak mulia di generasi muda kita," tegasnya.
Dalam kesempatan ini, Prof Mu'ti mengharapkan dukungan dari para ulama agar program-program tersebut bisa terlaksana dengan baik. Apabila ada program-program yang keliru, baik secara agama dan peraturan negara, Prof Mu'ti meminta para ulama untuk mengingatkannya.
Selain itu, Prof Mu'ti meminta agar para ulama termasuk MUI untuk menyosialisasikan program-program tersebut kepada masyarakat.
"Mudah-mudahan mendapatkan dukungan dari MUI terutama dari sisi sosialisasinya ke masyarakat dengan dalil-dalil agama Islam tentu saja," jelasnya.
Mendikdasman juga meminta MUI untuk memberikan masukan terkait rancangan amandemen undang-undang sistem pendidikan nasional, undang-undang guru dan dosen, dan undang-undang pesantren yang telah masuk Program Legislasi Nasional (Proglegnas) tahun ini.
Kehadiran Mendikdasmen Prof Abdul Mu'ti ke Kantor MUI disambut oleh Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI KH Zainut Tauhid Sa'adi, Wakil Ketua Umum MUI KH Marsudi Syuhud, Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan.
Hadir juga dalam kesempatan ini Ketua MUI Bidang Pendidikan dan Kaderisasi KH Abdullah Jaidi, Ketua MUI Bidang Fatwa Prof KH Asrorun Ni'am Sholeh, Ketua MUI Bidang Ekonomi Syariah dan Halal KH Sholahudin Al Aiyub.
(Sadam ed: Fakhruddin)