Perkuat Mitigasi Bencana, MUI Bentuk Tim Evakuasi dan Konsolidasikan Ormas Islam
Miftahul Jannah
Penulis
Admin
Editor
Bogor, MUI Digital — Majelis Ulama Indonesia (MUI) memperkuat peran dalam penanggulangan bencana dengan membentuk tim khusus evakuasi serta mengonsolidasikan kekuatan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam.
Hal ini guna meningkatkan kesiapsiagaan dan respons terhadap bencana di Indonesia. Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Penanggulangan Bencana, KH Mabroer MS, menjelaskan pembentukan tim evakuasi yang diberi nama Muslim Disaster Rescue (MDR) bertujuan untuk mengisi celah dalam penanganan bencana, khususnya pada aspek evakuasi korban.
“Selama ini banyak lembaga yang sudah kuat di tanggap darurat, tetapi kita melihat perlunya penguatan di sektor evakuasi. Karena itu, MUI akan fokus membangun kapasitas di bidang tersebut melalui pembentukan Muslim Disaster Rescue,“ ujarnya saat ditemui seusai Rapat Kerja Lembaga Advokasi dan Koordinasi Penanggulangan Bencana (LAK-PB MUI) di Bogor, Jumat (1/5/2026).
Menurutnya, tim ini tidak hanya melibatkan internal MUI, tetapi juga akan menggandeng berbagai ormas Islam yang menjadi mitra strategis.
Baca juga: MUI Siapkan Beasiswa dan Rehabilitasi 800 Rumah bagi Korban Bencana di Sumatera
Dengan jumlah lebih dari 80 ormas yang terhimpun, MUI dinilai memiliki posisi strategis untuk melakukan koordinasi dan konsolidasi lintas lembaga.
“Kita ingin semua potensi umat ini bisa disinergikan. MUI punya kekuatan untuk menjadi titik temu koordinasi, sehingga penanganan bencana bisa lebih terarah dan efektif,” katanya.
Selain pembentukan tim evakuasi, MUI juga akan memperkuat program edukasi masyarakat melalui pendekatan mitigasi bencana.
Program ini akan dijalankan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, seperti pemerintah, lembaga kebencanaan, hingga perguruan tinggi.
Kiai Mabroer menekankan pentingnya edukasi berbasis mitigasi, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana.
Menurutnya, pemahaman yang baik dapat secara signifikan mengurangi risiko dan dampak bencana. “Berdasarkan berbagai hasil survei, masyarakat yang mendapatkan edukasi mitigasi bencana mampu menekan jumlah korban hingga lebih dari 20 persen. Ini menunjukkan bahwa kesiapsiagaan adalah kunci,” jelasnya.
Baca juga: Raker LAK-PB MUI: Standardisasi Penanggulangan Bencana Dinilai Penting
Dia juga mengimbau masyarakat untuk aktif berkoordinasi dan melaporkan kondisi wilayahnya, sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
“Kami berharap masyarakat tidak pasif. Komunikasi dengan MUI, BNPB, maupun pihak terkait lainnya sangat penting agar mitigasi bisa berjalan optimal,” tambahnya.
Melalui langkah ini, MUI berharap dapat memperkuat peran umat dalam menghadapi bencana, tidak hanya pada tahap tanggap darurat, tetapi juga dalam upaya pencegahan dan pengurangan risiko secara berkelanjutan.